Tampilkan postingan dengan label SBK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SBK. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 November 2022

SENI LUKIS

Pengertian Seni Lukis: Fungsi, Tujuan, dan Komponennya
pengertian seni lukis
 

Pengertian Seni Lukis – Salah satu karya seni yang memiliki nilai jual yang tinggi sekaligus dapat membuat orang yang melihat berdecak kagum adalah seni lukis. Seni lukis tergolong sebagai karya seni rupa dua dimensi. Ditambah lagi, seni lukis memiliki karakteristis yang khas seperti corak, bahan, dan teknik dalam pengerjaannya.

Secara umum, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), seni lukis adalah sebuah seni ihwal lukis-melukis dan gambar-menggambar. Umumnya, seorang seniman yang membuat karya seni lukis akan menuangkan ide dan perasaan mengenai lukisannya di permukaan canvas.

Dalam proses pembuatan karya seni, seorang seniman memerlukan ide kreatif. Hal itulah yang membuat karya seni dapat dijual-belikan dengan harga fantastis. Harga karya seni lukis biasanya dilihat berdasarkan nilai jual dan kualitas dari lukisan tersebut.

Daftar Isi

Pengertian Seni Lukis
Fungsi dan Tujuan Seni Lukis
1. Fungsi sosial
a. Pendidikan
b. Agama
c. Hiburan
d. Kejelasan isi
2. Fungsi individual
3. Tujuan Seni Lukis
a. Tujuan religius
b. Tujuan magis
d. Tujuan estetis
e. Tujuan komersil
f. Tujuan ekspresi
Komponen Seni Lukis
1. Komposisi
2. Balance
3. Proporsi
4. Irama
5. Unity
6. Aksentuasi
Aliran Seni Lukis
1. Representatif
a. Aliran Naturalisme
b. Aliran Realisme
c. Romantisisme
2. Deformatif
1. Impresionisme
2. Surealisme
3. Kubisme
4. Ekspresionisme
3. Nonrepresentatif
a. Abstrak Ekspresionisme
b. Formalisme
Tema Seni Lukis
1. Hubungan antara manusia dengan dirinya.
2. Hubungan antara Manusia dengan Manusia Lain.
3. Hubungan antara Manusia dengan Alam Sekitarnya.
4. Hubungan antara Manusia dengan Benda.
5. Hubungan antara Manusia dengan Aktivitasnya.
6. Hubungan antara Manusia dengan Alam Khayal.
Pengertian Seni Lukis
Seni lukis merupakan cabang ilmu seni rupa yang diwujudkan melalui karya dua dimensi dengan media kanvas atau permukaan datar lain. Media untuk seni lukis biasa diisi oleh unsur-unsur pokok garis dan warna hasil dari permainan cat atau pewarna dan pembubuh gambar lainnya.

Hasil dari seni lukis dapat memuat representasi terkait alam seperti potret manusia, hewan, tumbuhan, bahkan pemandangan. Seni lukis juga dapat menggambarkan gambar-gambar abstrak yang merupakan penyederhanaan bentuk alam.

Pengertian seni lukis ada bermacam-macam, menurut Soedarso Sp, melukis merupakan kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan datar dari objek tiga dimensi dengan tujuan mendapatkan kesan tertentu. Soedarso pun menambahkan bahwa karya seni erat kaitannya dengan pelibatan ekspresi, emosi dan gagasan pencipta secara penuh.

Selain Soedarso Sp, pendapat yang lain dikutip dari W. Setya R dengan karyanya Aliran Seni Lukis Indonesia. Menurut W. Setya R, seni lukis adalah suatu aktivitas berekspresi dari pengalaman estetik manusia yang dituangkan dalam bidang dua dimensi dengan medium rupa seperti garis, warna, bidang, tekstur, cahaya, dan ruang.

Seni lukis menjadi representasi pelukis untuk menuangkan emosi dan ekspresi jiwanya. Seni lukis tidak hanya sebuah karya seni yang bernilai estetika. Karya seni lukis sendiri memiliki beberapa fungsi untuk masyarakat. Hal itu bisa diketahui seperti fungsi religius, fungsi komersial, dan fungsi simbolis.

Pada dasarnya, seni lukis adalah pengembangan dari menggambar. Namun, seni lukis memiliki corak atau gaya yang lebih rumit. Seni lukis menggunakan bahan dan teknik yang dapat membuatnya menjadi lebih beragam dari menggambar pada umumnya.





Fungsi dan Tujuan Seni Lukis
Secara umum, seni lukis memiliki fungsi yang terbagi menjadi 2 bagian yakni fungsi sosial dan fungsi individual.

1. Fungsi sosial
Fungsi sosial dari sebuah karya seni lukis akan tampak apabila dapat memberikan kegunaan bagi banyak orang. Karya seni dapat memiliki fungsi sosial yaitu dengan syarat seorang seniman harus berhasil menunjukan nilai sosial atau setidaknya bisa diterima oleh masyarakat. Ada 4 sektor fungsi sosial yang diterima oleh masyarakat, yaitu:


a. Pendidikan
Dalam bidang pendidikan, seni lukis menjadi media belajar anak-anak pra sekolah dari prasekolah hingga taman kanak-kanak. Tujuan pengajaran karya seni bagi anak-anak adalah untuk membangkitkan kreativitas dalam mengembangkan ide. Dalam pelajaran melukis pada pra sekolah, anak-anak diharapkan dapat belajar untuk memperkuat ingatan mengenai warna dan bentuk.

b. Agama
Sebagai karya seni yang berasal dari hasil ide dan ekspresi manusia, seni lukis dapat menjadi media dalam menuangkan rasa cinta kepada Tuhan. Seni lukis juga memiliki fungsi sosial dalam agama untuk menggambarkan kebesaran Tuhan. Misalnya dalam agama islam mengenal seni kaligrafi. Kaligrafi biasanya digunakan untuk mempercantik tampilan tempat ibadah dengan menggunakan firman Tuhan. Tidak hanya itu, dalam agama Hindu, banyak lukisan para dewa yang dilukis dengan tujuan untuk sembahyang dan mendoakan orang yang telah tiada.

c. Hiburan
Selain memiliki nilai pendidikan dan agama, pada dasarnya seni lukis diterima masyarakat karena memiliki fungsi sosial sebagai penghibur. Dalam aspek hiburan, sebuah karya seni dapat memperlihatkan kesan yang menarik dan memberikan pengaruh kebahagiaan kepada masyarakat. Seni lukis pada umumnya akan digunakan sebagai dekorasi atau gambaran dalam suatu acara.

d. Kejelasan isi
Seni lukis yang memenuhi aspek kejelasan isi artinya mampu memberikan dampak atau fungsi sosial. Kejelasan isi dari seni digunakan sebagai media untuk berkomunikasi. Oleh karena itu, kemampuan menjelaskan isi menjadi keunggulan tersendiri dari seni lukis. Contoh karya seni lukis yang dapat memberikan kejelasan isi, seperti, poster, reklame, hingga mural di sepanjang jalan. Sekilas seni lukis tersebut tidak terlalu dilihat, namun kejelasan isi membawa kesan dan makna yang mendalam dari masyarakat.








2. Fungsi individual
Seni lukis yang dihasilkan dari ide, ekspresi, dan perasaan akan memuat kebutuhan jasmani dan rohani seniman itu sendiri. Karya seni lukis dari seniman dapat diakui oleh orang lain atau penikmat seni dengan sejumlah rupiah. Jika dibandingkan dengan antusias seni di Italia, Prancis, Amerika, dan negara maju lainnya, penghargaan atas seni lukis di Indonesia kepada seorang seniman memang belum banyak. Tetapi, hal itu bukan menjadi hambatan untuk berkarya, di era digital sekarang seni lukis dapat dipublikasi hingga seluruh belahan dunia.

Selain penghargaan jasmani, seni lukis dapat memenuhi kebutuhan rohani sang seniman. Hal itu berarti proses pertama penciptaan seni lukis hingga akhir, seorang seniman dapat mengekspresikan seluruh isi hati dan perasaannya, baik itu perasaan senang, sedih, atau terluka. Seni lukis memiliki ciri khas, di mana perasaan seniman akan mudah terlihat dalam karyanya.

3. Tujuan Seni Lukis
a. Tujuan religius
Seorang seniman lukis memiliki kemampuan yang dapat membuat lukisan atau hasil karyanya memuat nilai-nilai keagungan tuhan yang maha esa, nenek moyang, para leluhur atau dewa. Bukti bahwa seni lukis memiliki tujuan religius terlihat pada pada lukisan gua-gua leang di Maros, Sulawesi Selatan.

b. Tujuan magis
Selain bertujuan kepada nilai religiusitas, lukisan juga memiliki tujuan magis dan berisi mantra-mantra tertentu. Karya seni lukis itu dapat terbilang primitif dan memberikan kesan misterius bagi siapa saja yang melihatnya. Contoh lukisan yang memuat nilai-nilai magis dan misterius misalnya, lukisan bali yang menggambarkan sosok dewa penunggu kuil. Konon, orang-orang Bali percaya bahwa lukisan tersebut akan memberikan daya tarik terhadap tempat tertentu.

c. Tujuan simbolis

Seorang seniman seni lukis yang mampu memperlihatkan dan merepresentasikan cita-cita kehidupan seseorang. Cita-cita yang luhur akan diaplikasikan dalam sebuah lukisan yang didalamnya terdapat tokoh terpandang. Contoh lukisan yang dapat melambang ketokohan seseorang dapat diketahui dari lukisan Pangeran Diponegoro yang sedang berdialog dengan Jenderal de Kock.

d. Tujuan estetis
Bagi seniman seni lukis yang dapat menampilkan tujuan estetis biasanya akan terlihat dari kekuatan keindahan dari pemandangan suatu daerah. Tujuan estetis dapat dilihat pada banyak seni lukis di rumah, kantor, dan tempat-tempat umum. Lukisan tersebut biasanya menggambarkan air terjun, sungai, atau sawah di sebuah desa.






e. Tujuan komersil
Lukisan dengan tujuan komersial biasanya mengutamakan nilai ekonomi dalam setiap karyanya. Lukisan dengan pengerjaan cepat dan sederhana banyak ditemukan di tempat-tempat ramai. Misalnya seperti jasa melukis wajah di jalanan.

f. Tujuan ekspresi
Pada tujuan ekspresi, seniman hanya ingin meluapkan emosi dan ekspresinya ke dalam sebuah karya, baik itu di kanvas atau kertas atau media apapun. Tujuan ini biasanya dimiliki seniman-seniman yang sedang dalam keadaan emosional dan membutuhkan butuh sebagai tempat berekspresi. Hampir semua orang mampu melukis dengan tujuan ekspresi yang satu ini. Melukis membuat lega dan ringan sehingga dianggap mampu menjadi terapi kejiwaan di kala stress. Oleh karena itu, ciri khas dari lukisan ini hanya bisa dilihat dari penggunaan corak, warna, bentuk, hingga media.





Komponen Seni Lukis
Dalam karya seni lukis yang baik terdapat beberapa komponen seperti di bawah ini:

1. Komposisi
Komposisi merupakan cara untuk merangkai unsur-unsur yang akan memberikan bentuk pada sebuah karya seni seperti warna, garis, bidang, ruang, gelap terang.

2. Balance
Balance atau keseimbangan adalah cara mengatur objek agar serasi saat dilihat oleh mata dan terlihat jelas. Keseimbangan yang simetris merupakan hasil dari penggabungan dua objek dengan membagi dua bidang secara sama. Sementara, kesimbangan asimetris adalah hasil dari penggabungan unsur yang berbeda seperti jarak dan ukuran agar terlihat cocok.

3. Proporsi
Proporsi atau perbandingan merupakan komponen seni lukis. Proporsi adalah karakteristik dari bentuk antara benda yang satu dengan benda yang lainnya. Hal ini tampak dari lukisan yang memiliki kepaduan dari unsur-unsurnya.

4. Irama
Irama adalah kesan gerak khas dari seorang seniman yang dihasilkan oleh garis, warna, bentuk, gerakan, dan tekstur secara berulang.

5. Unity
Unity atau kesatuan merupakan hasil dari perpaduan unsur-unsur dari berbagai elemen yang ada. Unsur-unsur yang saling berhubungan kemudian melengkapi satu sama lain, sehingga menimbulkan kesan terbentuk dengan baik.

6. Aksentuasi
Aksentuasi atau tanda khas memiliki maksud bahwa setiap gambar memiliki unsur pembeda. Adanya aksentuasi bertujuan agar karya seni lukis tidak tampak monoton dan membosankan.

Aliran Seni Lukis
Setiap lukisan yang pernah dibuat memiliki ciri khas, tema, teknik masing-masing. Ciri khas atau karakter dari setiap lukisan biasanya disebut dengan gaya atau aliran. Menurut cara pengungkapannya, penggolongan gaya dan aliran karya seni dapat dibagi menjadi tiga, yaitu: representatif, deformatif dan nonrepresentatif.

1. Representatif
Representatif atau perwujudan dimaksudkan bahwa gaya seni rupa yang menggunakan kenyataan pada alam atau kehidupan sehari-hari manusia dalam masyarakat. Gaya atau aliran seni rupa representatif dibagi dalam tiga kategori, yaitu naturalisme, realisme, dan romantisme,

a. Aliran Naturalisme
Aliran naturalis banyak kita temui dalam sehari-hari. Aliran seni lukis ini banyak menampilkan keadaan alam, melukiskan segala sesuatu sepersis mungkin dengan kenyataannya. Aliran membutuhkan ketelitian yang tinggi, sehingga aliran ini membutuhkan kemampuan dan ketekunan untuk mewujudkan karyanya. Tokoh aliran naturalisme antara lain:

1. Wahidi
2. Abdullah Suryobroto
3. Basuki Abdullah
4. Mas Pringadi
5. Rubens
6. John Constabel
7. Thomas Cole
8. William Bliss Baker

b. Aliran Realisme
Aliran realisme adalah aliran seni rupa yang mempunyai perspektif, di mana dunia ini tanpa ilusi. Aliran realisme akan menjadikan subjek atau objek yang dilukis ditampilkan apa adanya, sesuai dengan kenyataan sehari-hari, tanpa adanya dramatisasi, bahkan dipilih hanya yang terlihat indah.

Tokoh realisme antara lain:

1. Wardoyo
2. Trubus
3. Tarmizi
4. Dullah
5. Gustave Courbet
6. Jean-François Millet
7. Edouard Manet

c. Romantisisme
Aliran romantisisme yang biasa disebut romantisme yang sebetulnya kurang tepat. Aliran ini banyak terdapat pada karya dengan tujuan mengungkapkan hal yang masih representatif namun dengan cara yang dramatis. Aliran digunakan untuk menunjukan peristiwa yang dahsyat atau kejadian-kejadian penting dalam sejarah dengan dramatis.

Tokoh romantisisme adalah:

1. Raden Saleh
2. Francisco Goya
3. Caspar David Friedrich
4. J.M.W Turner





2. Deformatif
Deformatif merupakan aliran yang mengubah bentuk asli dari objek atau subjek yang dilukis. Hal ini dilakukan agar dapat menghasilkan bentuk baru namun tidak benar-benar meninggalkan bentuk dasar aslinya. Aliran seni rupa yang termasuk dalam gaya deformatif yaitu impresionisme, surealisme, kubisme, dan ekspresionisme:

1. Impresionisme
Impresionisme pada dasarnya merupakan aliran yang lebih menonjolkan kesan atau perasaan daripada kenyataan itu sendiri. Pada seni lukis, aliran ini bertujuan hanya menggambarkan kesan sederhana dari apa yang dilukiskan.

Tokoh aliran impresionisme adalah:

1. S. Sudjojono
2. Claude Monet
3. Paul Cezanne
4. Paul Gauguin
5. Georges Seurat

2. Surealisme
Surealisme pada dasarnya merupakan gagasan yang bersifat spontan yang berasal dari alam mimpi atau alam bawah sadar. Aliran ini mengutamakan sesuatu yang tidak nyata, non rasional dalam citraan manusia. Aliran ini biasanya menggambarkan manusia yang melayang atau bahkan manusia setengah hewan. Alilran surealisme membuat lukisan tampak seperti pada mimpi.

Tokoh surealisme antara lain:

1. Salvador Dali
2. Rene Magritte
3. Frida Kahlo

3. Kubisme
Kubisme sendiri merupakan bentuk permulaan seni abstrak, yang mana mengutamakan bentuk bidang bersiku-siku, seperti segi empat atau objek geometris lainnya untuk disusun ulang menjadi sebuah karya seni lukisan.

Tokoh kubisme antara lain:

1. Pablo Picasso
2. Georges Braque
3. Juan Gris

4. Ekspresionisme
Ekspresionisme merupakan aliran seni rupa yang mengunggulkan ekspresi dari dalam jiwa. Ekspresionisme lebih mengutamakan ekspresi individu atau perasaaan seniman dibandingkan dengan hal-hal diluar jiwa manusia, seperti peniruan alam.

Tokoh-tokoh ekspresionisme meliputi:

1. Affandi
2. Edvard Munch
3. Ernst Ludwig Kirchner

3. Nonrepresentatif
Nonrepresentatif adalah gaya yang tidak merepresentasikan atau tidak menggambarkan sesuatu. Gaya ini merupakan kebalikan dari representatif. Bentuk dasar dari gaya ini memang bertujuan untuk meninggalkan bentuk asli dari subjek atau objek. Nonrepresentatif tidak ditujukan untuk meniru alam. Lukisan ini lahir dari bentuk-bentuk geometris sederhana, banyak garis, atau hanya blok-blok warna yang terbebaskan dari bentuk alam. Aliran-aliran nonrepresentatif antara lain abstrak ekspresionisme dan formalisme.

a. Abstrak Ekspresionisme
Aliran abstrak ekspresionisme merupakan aliran yang mendasarkan pada ekspresi spontan untuk menciptakan karya abstrak. Pelukis abstrak ekspresionisme sangat menyukai untuk melemparkan cat langsung ke kanvas, menggunakan benda-benda selain kuas untuk mengecat. Aliran ini menekankan pada permainan ekspresi karena tidak memiliki aturan sendiri. Tokoh-tokoh Abstrak Ekspresionisme antara lain:

1. Jackson Pollock
2. Willem de Kooning
3. Mark Rothko
4. Helen Frankenthaler
5. Clyfford Still

b. Formalisme
Formalisme adalah aliran yang sebenarnya sederhana karena hanya menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris seperti segi empat, persegi panjang, segitiga atau hanya garis. Namun, aliran formalisme membutuhkan keahlian khusus agar dapat menciptakan keindahan. Tokoh formalisme antara lain:

1. Jasper Johns
2. James McNeill Whistler

Tema Seni Lukis
1. Hubungan antara manusia dengan dirinya.
Tema ini memfokuskan pada seni lukis untuk menuangkan ide atau gagasan dari seniman itu sendiri. Biasanya, seniman menggunakan potret wajah dirinya sendiri sebagai objek atau subjek lukisan.

2. Hubungan antara Manusia dengan Manusia Lain.
Tema selanjutnya adalah hubungan antar manusia. Seni lukis ini biasanya mengekspresikan cita-rasa keindahan menggunakan orang-orang yang ada disekitarnya. Seniman dapat menggunakan orang-orang terdekat seperti istri/suami, anaknya, orangtua, saudara, teman atau siapapun itu.

3. Hubungan antara Manusia dengan Alam Sekitarnya.
Alam merupakan objek yang sangat menarik, hubungan antara manusia dengan alam merupakan tema yang sering diangkat. Seniman dapat menemukan objek atau subjek yang menarik untuk menjadi tema lukisannya, seperti pemandangan gunung, hutan, laut, sungai, perkampungan, hingga kota.

4. Hubungan antara Manusia dengan Benda.
Benda-benda yang ada di sekitar manusia mampu memberikan nilai keunikan dan keindahan tersendiri. Seniman biasanya menggunakan benda-benda di sekitarnya maupun sebagai sumber inspirasi untuk melukis. Tidak ada yang pernah tahu, seunik apa karya yang dapat dihasilkan dengan menggunakan berbagai benda keseharian yang ada di sekitar.

5. Hubungan antara Manusia dengan Aktivitasnya.
Aktivitas kehidupan sehari-hari yang beragam banyak dijadikan tema-tema dalam sebuah karya seni. Aktivitas manusia sangat memungkinkan menjadi suatu ide untuk melukis. Hal itu dikarenakan melukis sendiri merupakan aktivitas manusia.

6. Hubungan antara Manusia dengan Alam Khayal.
Imajinasi atau khayalan menjadikan seniman bebas dalam membuat karyanya. Perenungan seniman merupakan kunci untuk membuat seni lukis tentang manusia dengan alam khayal.

Baca Juga: 

Contoh Puisi
Contoh Cerpen
Cara Membuat Cerpen
Contoh Cerita Anak Fiksi Pengantar Tidur
Pengertian Cerita Fiksi
Contoh Cerita Non Fiksi
Pengertian Seni Musik
Pengertian Seni Terapan
Daftar Lagu Daerah
Alat Musik Tradisional
Alat Musik Melodis
Alat Musik Ritmis
Alat Musik Tradisional dan Modern
Jenis-jenis Genre Musik


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."




Custom log
Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
Tersedia dalam platform Android dan IOS
Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
Laporan statistik lengkap
Aplikasi aman, praktis, dan efisien




NEXTPengertian Hak: Jenis-jenis Hak Beserta Contohnya »
PREVIOUS« Doa Minta Jodoh dan Amalan untuk Mempercepat Datangnya Jodoh
SHARE
     
PUBLISHED BY
Laeli Nur Azizah
12 BULAN AGO
 
RELATED POST
Kearifan Lokal Adalah
Kearifan Lokal: Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi, Hingga Jenisnya
pengertian akulturasi
Pengertian Akulturasi Budaya Untuk Kemajuan Bangsa
10 Bangunan Bersejarah di Indonesia yang Wajib Edufriends Kunjungi (Bagian 2)
10 Bangunan Bersejarah Indonesia yang Wajib di Kunjungi
 
RECENT POSTS
Pengertian Etiket: Perbedaan dengan Etika, Karakteristik, dan Contohnya
KOMUNIKASI
Pengertian Etiket: Perbedaan dengan Etika, Karakteristik, dan Contohnya
Pengertian Etiket - Sebagai makhluk sosial yang bermartabat dan berbudi luhur ada baiknya kita menanamkan…

1 hari ago
19 Tata Krama Saat Makan yang Penting Untuk Diketahui!
TIPS DAN TRIK
19 Tata Krama Saat Makan yang Penting Untuk Diketahui!
Belajar Tata Krama Saat Makan yang Penting Untuk Diketahui!- Saat seseorang hendak menyantap makanan baik…

1 hari ago
Bagaimanakah Tata Krama Saat Berbicara yang Baik? Simak Disini!
TIPS DAN TRIK
Bagaimanakah Tata Krama Saat Berbicara yang Baik? Simak Disini!
Tata Krama Saat Berbicara - Ketika melakukan percakapan dengan seseorang itu bisa menjadi sebuah kesan…

1 hari ago
Fenomena Geosfer: Pengertian, Macam, dan Contohnya di Kehidupan
GEOGRAFI
Fenomena Geosfer: Pengertian, Macam, dan Contohnya di Kehidupan
Fenomena Geosfer - Halo sobat Grameds, Tahukah Anda? Geografi merupakan ilmu dasar yang dipelajari pada…

1 hari ago
Pembagian Benua Amerika: Sejarah, Wilayah, Nama Negara dan Ibukotanya  
GEOGRAFI
Pembagian Benua Amerika: Sejarah, Wilayah, Nama Negara dan Ibukotanya
Pembagian Benua Amerika - Halo sobat Grameds, jika kita berbicara tentang luasnya, Benua Amerika merupakan…

1 hari ago
Meneladani Kebijaksanaan dari Kisah dan Keteladanan Nabi Sulaiman AS
AGAMA ISLAM
Meneladani Kebijaksanaan dari Kisah dan Keteladanan Nabi Sulaiman AS
Keteladanan Nabi Sulaiman - Sebagai seorang umat yang beragama islam secara umum pastinya akan tahu…

1 hari ago

TARI KREASI

Tari Kreasi: Pengertian, Karakteristik, Fungsi, Jenis dan Unsurnya

 

Tari kreasi adalah – Seiring berjalannya waktu, seni juga akan terus berkembang, salah satunya adalah adanya tari kreasi menjadi salah satu bentuk dari perkembangan seni tari. Tari kreasi adalah jenis tari yang pada dasarnya koreografi yang digunakan bertolak dari tari tradisional atau pengembangan terhadap pola yang sudah ada sebelumnya. Secara mudahnya tari kreasi adalah tarian pengembangan dari tari rakyat atau tari tradisional.

Pada seni tari ini, para seniman mampu mengembangkan atau membuat variasi yang unik dan terkesan baru dari waktu ke waktu. Adanya tari kreasi juga menjadi salah satu metode melestarikan tari tradisional yang sudah ada.

Banyak hal menarik yang bisa kita dapatkan ketika mempelajari tentang informasi seputar seni tari ini. Dalam artikel ini sudah tersedia penjelasan tentang tari kreasi. Yuk, kita simak ulasannya.

Pengertian Tari Kreasi

Sebelumnya telah dibahas secara singkat terkait dengan pengertian tari kreasi. Namun, pada poin ini akan kita bahas lebih dalam lagi tentang pengertian tari kreasi tersebut.

Tari kreasi adalah salah satu bentuk dari seni tari yang berkembang di masyarakat. Dalam tari kreasi akan lebih fokus terhadap hal yang berbeda dari aturan seni tari pada umumnya. Adanya inovasi serta pengembangan di dalam seni tari juga memiliki tujuan agar bisa terlihat lebih modern dan lebih mudah diterima di masyarakat.

Tari kreasi juga memiliki pola-pola yang dikembangkan serta dikreasikan dari tarian yang sudah ada sebelumnya. Baik itu tari tradisional maupun jenis tari lainnya. Tari kreasi juga kerap disebut sebagai bentuk gerakan yang baru dirangkai dari dua perpaduan gerak tari yaitu tari tradisional dan tari klasik.

Meski seni tari kreasi terbuat dari dua perpaduan gerak tari tradisional dan tari klasik. Namun, tari kreasi memiliki perbedaan yang mendasar dari tari tradisional. Tari kreasi tidak memiliki keterikatan terhadap pakem, aturan dan keharuan tertentu seperti yang ada di dalam tari tradisional.

Meski begitu tari kreasi juga bisa berasal dari daerah yang tentunya juga akan dikemas dalam bentuk yang lebih baru lagi. Rancangan gerakan yang ada di dalam tari kreasi akan disesuaikan dengan kreasi penata tari tersebut.

Hal tersebut juga akan tetap menyesuaikan dan memelihara nilai artistik serta karakteristik lincahnya. Dalam sebuah pertunjukan tari kreasi biasanya akan ditampilkan pada penampilan utama yang termasuk ke dalam tari pembuka non formal.

Karakteristik Tari Kreasi

Tari Kreasi adalah

Pixabay.com

Setiap jenis seni tari selalu memiliki ciri atau karakteristik tersendiri. Hal ini juga berlaku untuk seni tari kreasi yang memiliki beberapa karakteristik didalamnya. Adanya karakteristik dalam seni tari kreasi juga bisa menjadi pembeda jenis tari kreasi dengan jenis tari lainnya.

Lantas apa saja karakteristik yang dimiliki oleh seni tari kreasi? Baca penjelasan selengkapnya pada ulasan di bawah ini.

  1. Seni tari kreasi lebih banyak mengutamakan gerak hasil dari eksplorasi.
  2. Makna atau pesan yang ada di dalam tari kreasi adalah sebagai bentuk ungkapan ekspresi pribadi.
  3. Seni tari kreasi bisa menunjukkan kebebasan kreativitas secara koreografi.
  4. Seni tari kreasi juga tidak menunjukkan identitas kultural.
  5. Gerakan pada seni tari kreasi lebih luwes dan fleksibel berdasarkan rekaan penarinya.
  6. Dibandingkan dengan seni tari tradisional, waktu pertunjukan pada tari kreasi terbilang lebih singkat.
  7. Penari lebih leluasa dalam membuat rekaan atau gerakan sesuai dengan gaya yang mereka inginkan.

Itulah beberapa karakteristik yang ada di dalam seni tari kreasi. Dengan mengetahui karakteristik tersebut, kita menjadi tahu, jenis tari pada saat menonton pertunjukkan seni tari.

Fungsi Tari Kreasi

Adanya tari kreasi tentunya juga memiliki banyak fungsi di dalamnya. Salah satu fungsi dari tari kreasi adalah sebagai media atau sarana pertunjukan dan hiburan. Maka dari itu, tari kreasi selain harus disusun dengan baik juga gerakannya harus dipersiapkan dengan baik. Salah salah satu caranya adalah dengan melalui latihan panjang dan juga serius.

Selain itu, adanya tari kreasi juga bisa digunakan sebagai media mengekspresikan diri. Seperti halnya para penulis yang akan menggunakan tulisannya sebagai bentuk pengekspresian perasaan. Sedangkan untuk penari bisa menggunakan gerakan yang ada di dalam tari kreasi sebagai media untuk menuangkan perasaan dan ekspresi dirinya.

Jenis Tari

Pixabay.com

Sebelum membahas tentang jenis tari kreasi. Akan lebih baik jika kita juga tahu jenis-jenis yang ada di dalam seni tari itu sendiri. Secara umum jenis seni tari dibedakan menjadi tiga yaitu jenis tari rakyat, jenis tari klasik dan jenis tari kreasi baru.

Agar Anda lebih paham tentang jenis seni tari secara umum berikut adalah penjelasan selengkapnya.

1. Tari Rakyat

Tari rakyat adalah salah satu jenis seni tari, yang mana jika diartikan tari rakyat adalah sebuah tarian yang berkembang di lingkungan masyarakat lokal. Dimana seni tari rakyat ini akan terus hidup serta berkembang secara turun-temurun di setiap generasi.

Sebagai contohnya Tari Pendet dari Bali, Tari Serimpi dari Jawa Tengah, Tari Gong dari Kalimantan Timur, Tari Lumense dari Sulawesi Tengah dan lain sebagainya.

2. Tari Klasik

Selanjutnya ada tari klasik yaitu sebuah tari yang berkembang di dalam keraton. Tari klasik juga memiliki pakem atau aturan tertentu serta nilai estetika yang begitu tinggi. Sebagai contohnya adalah Tari Bedhaya dari Surakarta, Tari Lengger dari Wonosobo, Tari Piring dari Sumatera Barat dan Tari Saman dari Aceh.

3. Tari Kreasi Baru

Terakhir ada tari kreasi baru yang memiliki arti sebagai sebuah tari yang dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman. Meski begitu, dalam tari kreasi tidak akan menghilangkan nilai tradisi seperti pada mestinya. Sebagai contoh tari kreasi baru adalah Tari Nguri dari Sumbawa, Tari Kuntulan dari Jawa Tengah, Tari Merak dari Jawa Barat dan Tari Manuk Rawa dari Bali.

Tari daerah atau tari tradisional merupakan seni tari yang perlu dilestarikan agar tidak hilang begitu saja. Oleh karena itu, kita perlu memperkenalkan seni tari tradisional kepada anak-anak agar kelak nanti ada yang meneruskan seni tari tradisional. Buku Pengetahuan & Teknik Menata Tari Untuk Anak Usia Dini berisi pengetahuan dan teknik dasar seni tari yang dapat dipahami dengan mudah khususnya bagi anak-anak.

Jenis Tari Kreasi

Setelah mengetahui jenis seni tari pada umumnya. Kali ini kita akan belajar bersama tentang jenis seni tari kreasi. Tari kreasi yang berasal dari daerah tertentu akan selalu memiliki keragaman dan keunikan yang berbeda dari setiap daerahnya.

Perkembangan seni tari akan terus berjalan secara alami sesuai dengan tuntutan zaman yang ada. Oleh karena itu, sampai saat ini selalu muncul keragaman seni tari, baik itu dari Nusantara maupun dari luar Nusantara atau mancanegara.

Sampai saat ini ada beberapa jenis tari yang masih berpegang teguh terhadap nilai tradisi dan ada juga jenis tari yang sepenuhnya mengusung modernitas. Oleh karena itu, jenis seni tari kreasi akan dikelompokkan menjadi media jenis seni tari, yaitu pola tradisi dan jenis kreasi baru yang tidak memiliki pola tradisi (non tradisi). Penjelasan dari dua jenis seni tari tradisi tersebut ada di bawah ini.

1. Tari Kreasi Berpola Tradisi

Jenis tari kreasi berpola tradisi adalah suatu tari kreasi yang didalamnya dilandasi oleh kaidah tertentu pada tari tradisi, baik itu dari segi koreografi, musik atau karawitan, tata busana dan rias ataupun tata teknik pementasannya yang tidak menghilangkan esensi tradisinya.

Sebagai contohnya adalah tari Nandak Golek dari daerah Betawi yang juga merupakan pengembangan gerak dari Tari Topeng Betawi dengan iringan musik gamelan topeng serta properti tari yaitu payung.

2. Tari Kreasi Baru Yang Tidak Berpola Tradisi (Non Tradisi)

Tari kreasi baru tidak memiliki pola tradisi dan non tradisi bisa diartikan sebagai suatu tari kreasi yang pada dasarnya melepaskan diri dari pola yang ada di dalam tari tradisi. Baik itu dari segi koreografi, musik, rias, busana maupun tata teknik pementasannya. Sebagai contohnya adalah tari kontemporer.

Dua poin di atas merupakan penjelasan tentang jenis tari kreasi yang sampai saat ini masih ada.

Indonesia sangat dikenal dengan keanekaragaman budayanya, salah satunya adalah budaya seni tari. Memperkenalkan seni tari Indonesia sejak anak masih usia dini sangatlah baik. Melalui Buku Aktivitas Anak: Mengenal 34 Jenis Tari Nusantara, kita sebagai orang dewasa, orang tua, atau guru bisa memperkenalkan tari Indonesia kepada anak-anak. Terlebih lagi, buku ini dibarengi dengan ilustrasi dengan pewarnaan yang menarik, sehingga dapat membuat anak-anak tertarik untuk membacanya.

Prosedur Pembuatan Tari Kreasi

Seperti jenis tari lainnya, tari kreasi juga memiliki beberapa prosedur atau langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pembuatannya. Setiap prosedur dalam pembuatan tari kreasi akan dijelaskan secara lebih lengkap di bawah ini.

1. Tahapan Eksplorasi

Tahapan pertama dalam pembuatan tari kreasi adalah tahapan eksplorasi. Pad tahapan eksplorasi ini akan berkaitan dengan pencarian atau penjajakan gerak untuk bisa menghasilkan suatu teknik gerak.

Pada tahap eksplorasi ini dibutuhkan kreativitas atau imajinasi yang tinggi agar bisa melakukan penafsiran gerak terhadap apa yang telah didengarkan maupun dilihat, kemudian akan dijadikan sebagai suatu bentuk tarian.

2. Tahap Improvisasi

Setelah melewati tahap eksplorasi, berikutnya akan masuk ke dalam tahap improvisasi. Tahap improvisasi adalah suatu tahapan kreatif yang pada dasarnya ada untuk mengembangkan hasil yang didapatkan dari tahap eksplorasi.

Dari setiap gerak yang didapatkan pada tahap eksplorasi atau pencarian gerak akan dilanjutkan pada pengembangan dari aspek tenaga, ruang, serta waktu. Adanya tahap ini bisa menghasilkan gerak yang begitu banyak.

3. Tahap Evaluasi

Selanjutnya ada tahap evaluasi yang merupakan tahapan yang akan dilakukan setelah tahap improvisasi selesai. Pada tahap evaluasi ini juga bisa dibilang sebagai tahapan untuk melakukan penilaian atau seleksi terhadap setiap teknik gerak yang telah didapatkan dari tahapan improvisasi.

Pada tahap evaluasi ini nantinya akan melalui proses seleksi yang dapat dilakukan dengan cara membuat teknik gerak yang tidak sesuai serta memilih gerak sesuai dengan gagasan. Hasil dari tahap evaluasi ini akan bisa digunakan pada tahap komposisi tari.

4. Tahap Komposisi Tari

Setelah melewati tiga tahap awal dalam prosedur pembuatan tari kreasi, berikutnya adalah akan memasuki tahapan akhir yaitu tahap komposisi tari. Pada tahap komposisi tari ini bertujuan untuk mencari gerak yang pada akhirnya akan membentuk suatu tari dari gerak yang telah ditemukan.

Pada tahapan ini juga merupakan suatu tahapan yang bisa digunakan untuk menggabungkan semua teknik gerakan tari menjadi suatu kesatuan yang begitu utuh, sehingga bisa membentuk suatu karya seni tari.

Itulah beberapa tahapan yang harus dilewati dalam proses pembuatan seni tari kreasi. Setiap tahapan yang ada di dalam seni tari kreasi ini akan saling berhubungan yang pada akhirnya bisa membentuk suatu satu kesatuan gerak pada karya seni tari yang sangat indah untuk ditonton.

Bicara soal seni tari memang sangat luas, apalagi jika ingin memperkenalkannya kepada orang lain khususnya kepada anak-anak. Buku Pendidikan Seni Tari berisi 7 bab yang di mana setiap babnya dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus mengetahui nilai estetik pada seni tari. Buku ini juga pas untuk dijadikan sumber bahan ajar bagi para guru atau mahasiswa yang ingin memperkenalkan tari kepada anak-anak.

Unsur Utama Dalam Seni Tari Kreasi

Tari kreasi adalah sebuah tarian yang bisa dilakukan secara tunggal, berpasangan, serta berkelompok. Dalam seni tari kreasi memiliki banyak unsur pendukung yang tentunya bisa memberikan keindahan pada setiap gerakannya.

Unsur dalam tari kreasi juga bisa membantu memperkuat nilai yang ada di dalam seni tari kreasi itu sendiri. Perlu diketahui jika di dalam tari kreasi memiliki dua bentuk unsur, yaitu unsur utama dan unsur pendukung. Pada poin ini kita akan belajar bersama tentang unsur utama yang ada di dalam tari kreasi terlebih dahulu.

1. Unsur Wiraga

Unsur utama dalam seni tari yang pertama adalah raga atau wiraga. Unsur wiraga sendiri memiliki arti jika penari wajib menampilkan gerakan badan, baik itu pada posisi duduk maupun pada posisi berdiri. Istilah wiraga sendiri diambil dari Bahasa Jawa yang memiliki arti raga dan lebih banyak dikenal sebagai gerakan tari.

Ketika para penari sedang melakukan gerakan tari, para penari harus bisa menonjolkan seluruh gerakan pada tubuh dengan begitu ritmis, dinamis serta estetis. Dalam seni tari kreasi juga memiliki gerak murni dan gerak maknawi.

Dalam hal ini, gerakan murni memiliki arti suatu tarian yang tidak memiliki maksud tertentu. Sedangkan untuk gerak maknawi memiliki arti suatu gerakan yang memiliki maksud serta tujuan tertentu. Setiap gerakan yang akan dibawakan oleh para penari akan memiliki makna tertentu dan bisa ditebak oleh para penonton maupun para penikmat tari.

Sebagai contohnya adalah para saat penari melakukan gerakan memutar pergelangan tangan. Itu artinya para penari yang melakukan gerakan tersebut harus mampu menunjukkan sisi keluwesannya. Lalu untuk gerakan berdecak pinggang yang dilakukan oleh para penari laki-laki yang artinya harus bisa lebih terlihat berwibawa atau menunjukkan suatu kekuasaan.

2. Unsur Wirama

Dalam seni tari kreasi juga memiliki unsur irama yang artinya adalah setiap gerakan pada tari harus bersifat ritmis sesuai dengan alunan musik yang mengiringinya. Irama atau musik yang digunakan dalam seni tari juga biasanya bisa berasal dari iringan langsung yang dibawakan oleh pemusik maupun rekaman lagu.

Akan tetapi, pada beberapa tarian, gerakan tari bisa mengikuti irama selain alunan musik seperti iringan irama tepukan tangan, hentakan kaki ataupun hitungan maupun nyanyian yang dibawakan oleh para penari. Musik atau irama juga termasuk ke dalam unsur seni tari yang bisa membuat suasana menjadi lebih hidup, harmonis serta sesuai dengan makna tarian yang sedang dibawakan.

3. Unsur Wirasa

Dalam seni tari kreasi juga memiliki unsur wirasa atau rasa yang artinya adalah suatu tarian harus bisa menyampaikan sebuah pesan perasaan dari setiap gerakan yang dibawa oleh para penari. Pesan perasaan ini bisa tersampaikan dari ekspresi yang dibawakan oleh para penari.

Bagi seorang penari, penjiwaan serta ekspresi wajah adalah suatu hal yang begitu penting. Misalnya adalah ketika seorang penari mendapatkan peran karakter sebagai perempuan maka ia harus bisa menarik dengan gerakan yang begitu lemah gemulai serta memiliki mimik wajah yang ramah. Unsur wirasa juga bisa menyatu dengan irama yang dibawakan saat menari.

Bagi anak-anak membaca buku dengan gambar akan lebih menarik perhatiannya, sehingga pengetahuan yang ada di dalam buku bisa diterima. Buku Akus Suka Menari I Love Dancing terdiri dari 2 bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Buku ini sangat pas untuk dijadikan bahan bacaan anak-anak karena dihadirkan dengan gambar sekaligus bahasa yang mudah dipahami.

Unsur Pendukung Tari Kreasi

Setelah mengetahui unsur utama dalam seni tari kreasi. Berikutnya kita akan belajar bersama tentang unsur pendukung yang ada di dalam seni tari kreasi.

1. Tata Rias dan Kostum

Tata rias dan kostum adalah unsur pendukung yang begitu penting dalam sebuah pertunjukan tari. Riasan dan kostum bisa menjadi suatu identitas karakter yang dibawakan oleh setiap penari. Adanya unsur tata rias dan kostum bisa memberikan dukungan untuk menciptakan suatu suasana tarian serta menyampaikan karakter sekaligus pesan secara tersirat.

2. Pola Lantai

Sebuah pertunjukan tari yang dibawakan para penari bisa lebih terasa indah serta rapi ketika para penari bisa menguasai pola lantai yang ada. Dalam pola lantai sendiri dibedakan menjadi beberapa pola desain seperti desain lantai, desain atas, desain musik dan juga desain dramatis.

3. Properti

Terakhir ada unsur properti yang juga bisa dibilang sebagai alat pendukung agar bisa terciptanya suasana tarian yang begitu menyatu dengan gerakan yang sedang dibawakan. Misalnya adalah selendang, piring, payung lilin, dan sebagainya. Meski tak semua tarian menggunakan unsur properti, tetapi unsur ini juga perlu diperhatikan sebagai bentuk dukungan visualisasi tarian.

Itulah beberapa unsur penting yang ada di dalam tari kreasi. Setiap unsur bisa memberikan dukungan terbaik terhadap pementasan seni tari kreasi.

Demikian ulasan mengenai Seni Tari Kreasi, Grameds juga bisa mempelajari lebih lanjut mengenai beragam jenis seni tari maupun seni-seni lainnya dengan membaca buku-buku referensi terbaik yang tersedia di Gramedia.com. Selamat membaca!

BACA JUGA:

  1. Seni Tari: Pengertian, Unsur-Unsur, Fungsi, dan Jenis
  2. Seni Tari Kontemporer: Pengerttian, Ciri, Tujuan, dan Contohnya
  3. Pola Lantai: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contohnya
  4. 25 Nama Tarian Daerah dan Asalnya
  5. Tari Saman: Pengertian, Sejarah, Makna Gerakan
  6. Budaya Sejarah & Asal Tari Jaipong
  7. Sejarah Asal Tari Pendet dan Makna Tariannya


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

SHARE
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
PUBLISHED BY
Ananda
  

RECENT POSTS

Pengertian Etiket: Perbedaan dengan Etika, Karakteristik, dan Contohnya

Pengertian Etiket - Sebagai makhluk sosial yang bermartabat dan berbudi luhur ada baiknya kita menanamkan…

1 hari ago

19 Tata Krama Saat Makan yang Penting Untuk Diketahui!

Belajar Tata Krama Saat Makan yang Penting Untuk Diketahui!- Saat seseorang hendak menyantap makanan baik…

1 hari ago

Bagaimanakah Tata Krama Saat Berbicara yang Baik? Simak Disini!

Tata Krama Saat Berbicara - Ketika melakukan percakapan dengan seseorang itu bisa menjadi sebuah kesan…

1 hari ago

Fenomena Geosfer: Pengertian, Macam, dan Contohnya di Kehidupan

Fenomena Geosfer - Halo sobat Grameds, Tahukah Anda? Geografi merupakan ilmu dasar yang dipelajari pada…

1 hari ago

Pembagian Benua Amerika: Sejarah, Wilayah, Nama Negara dan Ibukotanya

Pembagian Benua Amerika - Halo sobat Grameds, jika kita berbicara tentang luasnya, Benua Amerika merupakan…

1 hari ago

Meneladani Kebijaksanaan dari Kisah dan Keteladanan Nabi Sulaiman AS

Keteladanan Nabi Sulaiman - Sebagai seorang umat yang beragama islam secara umum pastinya akan tahu…

1 hari ago

Ayo Gabung Gramedia Affiliate
Dapatkan Komisi Hingga 1