Tampilkan postingan dengan label MATEMATIKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MATEMATIKA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2022

PERPANGKATAN DAN BENTUK AKAR

Perpangkatan dan Bentuk Akar
1. Perpangkatan
Perpangkatan dalam matematika bisa diartikan sebagai pengulangan dari bilangan itu sendiri.


Perpangkatan dapat dilambangkan dengan:

a pangkat n = a x a x a x a ............ seterusnya sebanyak dengan jumlah n

Sebelum mengetahui lebih lanjut, detikers perlu memahami dasar bilangannya dulu seperti contoh di bawah ini:

Contoh:

1² = 1 (1x1) → dibaca 1 pangkat dua atau 1 kuadrat sama dengan 1
2² = 4 (2x2) → dibaca 2 pangkat dua atau 2 kuadrat sama dengan 4
3² = 9 (3x3) → dibaca 3 pangkat dua atau 3 kuadrat sama dengan 9
12³ = 12 x 12 x 12 = 1.728
dan bilangan serta pangkat-pangkat seterusnya

Jadi, bilangan berpangkat dua (kuadrat) adalah nilai perkalian sebuah bilangan dengan bilangan dirinya sendiri.

Contoh Soal Perpangkatan:
Terdiri dari dua bilangan, seperti 78² = ...

Penyelesaian:

78² = (70 + 8)²
= (70 + 8) (70 + 8)
= 70² + 2 (70 × 8) + 8²
= 4900 + 1120 + 64
= 6084

Jenis operasi bilangan berpangkat terdiri dari penjumlahan berpangkat, perkalian berpangkat, pembagian berpangkat, dan pengurangan berpangkat.

Berikut Contohnya:

A. Perpangkatan Penjumlahan
Perpangkatan penjumlahan bisa dikerjakan menggunakan tanda kurung untuk semua bilangan berpangkatnya kemudian dijumlahkan.

4² + 5² =...

= (4 x 4) + (5 x 5)
= 16 + 25
=41


B. Perpangkatan Pengurangan
8² - 5² =...
= (8 x 8) - (5 x 5)
= 64 - 25
=39

Atau langsung dengan cara :
8² - 5² =
= 64 - 25
= 39

C. Perpangkatan Perkalian
3² x 2² =...
=(3 x 3) x (2 x2)
= 9x 4
= 36

D. Pembagian Berpangkat

6² : 2² =...
=(6 x 6) : (2 x 2)
= 36 : 4
= 9

Baca juga:
Ciri Teks Eksplanasi dan Contohnya, Bahan untuk PTS Nih!
2. Bentuk Akar
Bentuk akar adalah bentuk sederhana dari akar kuadrat, yakni kebalikan dari bentuk berpangkat dua.

Bentuk akar dilambangkan dengan √ sekaligus untuk menyimbolkan akar pangkat dua.

Contoh:

4²= 4 × 4 = 16, maka 16 adalah bentuk akar dari √4 → dibaca akar pangkat dua dari 4

5²= 5 × 5 = 25, maka 25 adalah bentuk akar dari √5

Terbukti, bahwa ternyata akar pangkat dua merupakan operasi kebalikan dari pangkat dua.

Contoh soal:

Berapakah akar dari √144?
√144 = ....

a. Penyelesaian dengan Metode Perkiraan:

Bilangan √144 terletak antara √100 dan √400 atau 10 < √144 < 20, berarti angka puluhannya adalah 1.
Angka terakhir dari 144 adalah 4, maka hasil akar pangkat satuannya 2 atau 8. Namun, karena lebih dekat dengan 10, maka hasil akar satuannya adalah 2.
Jadi, hasil √144 = 12

b. Penyelesaian dengan Faktorisasi Prima

Langkah-langkahnya yang perlu diperhatikan adalah
Pertama tentukan faktor-faktor primanya
144= 2 × 2 × 2 × 2 × 3 × 3
Kemudian, kelompokkan dalam dua faktor yang sama

144= (2 × 2 × 3)(2 × 2 × 3)
= (2 × 2 × 3)²

Maka, hasilnya bisa dihitung
√144
= akar dari √(2×2×3)²
= (2 × 2 × 3)
= 12

Nah itu tadi penjelasan mengenai perpangkatan dan bentuk akar beserta pembahasannya. Ternyata cukup mudah kan detikers? Selamat belajar!

Baca juga:
Ini Contoh Soal Volume Kubus dan Pembahasannya untuk Bahan Ujian PTS


Simak Video "KuTips: Cek Keselamatan Korban Gempa di Fitur Safety Check Facebook"

(nwy/nwy)
bilangan berpangkat
bentuk akar
soal matematika
penjumlahan perpangkatan
contoh bentuk akar
BAGIKAN  
Komentar
Berita Terkait
Materi Satuan Panjang Matematika: Jenis, Cara Menghitung, dan Contoh Soal
Cara Merasionalkan Pecahan Bentuk Akar
Contoh Soal Matematika Kelas 4 Pecahan dan Kunci Jawabannya
10 Soal Matematika Ini Bikin Kamu Gagal Paham Sekaligus Ketawa Geli

Berita detikcom Lainnya
Klasemen Grup D Piala Dunia 2022: Australia Jaga Asa, Kini Posisi Kedua
Sepakbola | Sabtu, 26 Nov 2022 19:21 WIB
Eks Miss Kroasia Terancam Dipenjara Usai Nekat Tampil Seksi di Qatar
detikHot | Sabtu, 26 Nov 2022 16:20 WIB
Merek Mobil Uni Soviet Dihidupkan Rusia Lagi, Begini Tampangnya Sekarang
detikOto | Sabtu, 26 Nov 2022 17:20 WIB
Menebak-nebak Si Rambut Putih, Ada Ganjar Sampai Iwan Fals
detikInet | Sabtu, 26 Nov 2022 17:12 WIB
Teka-teki Baru Sekeluarga Kalideres: Mumifikasi dan Kamar Terkunci
detikNews | Sabtu, 26 Nov 2022 19:19 WIB
Daftar 6 Wakil Indonesia di BWF World Tour Finals 2022
detikSport | Sabtu, 26 Nov 2022 13:43 WIB
Berita Terpopuler
#1
Ini Pelajaran yang Paling Berdampak bagi Karier Nadiem Makarim, Bukan Ekonomi
detikEdu | Sabtu, 26 Nov 2022 19:00 WIB
#2
Beasiswa LPDP Dokter Spesialis - Subspesialis 2022, Ini Prodi Prioritas & Umum
detikEdu | Sabtu, 26 Nov 2022 17:00 WIB
#3
Fenomena Langka! Planet Mars akan Terlihat Jelas dari Bumi pada 8 Desember
detikEdu | Sabtu, 26 Nov 2022 18:00 WIB
#4
10 Contoh Soal PAS Bahasa Indonesia Kelas 9 Semester 1 dan Jawabannya
detikEdu | Sabtu, 26 Nov 2022 16:00 WIB
#5
Perayaan Hari Guru, Nadiem Tanggapi Pertanyaan 'Ganti Menteri Ganti Kurikulum'
detikEdu | Sabtu, 26 Nov 2022 14:00 WIB
Video
00:44
Ada Pipa Jebol, Hambat Basarnas Cari Korban Hilang Gempa Cianjur
Sabtu, 26 Nov 2022 19:56 WIB
01:48
Helikopter Dikerahkan untuk Salurkan Bantuan ke Daerah Terpencil di Cianjur
Sabtu, 26 Nov 2022 19:44 WIB
02:22
Melihat Kondisi Terkini Pascagempa di Cianjur
Sabtu, 26 Nov 2022 19:33 WIB
01:37
Dewi Perssik Rela Bolak-balik Kantor Polisi Demi Penjarakan Haters
Sabtu, 26 Nov 2022 19:27 WIB
detikNetwork
CNBC Indonesia
Kronologi Duit Anak Bos Wanaartha Rp 1,4 T Masih Jadi Misteri
Sabtu, 26 Nov 2022 20:10 WIB
CNN Indonesia
FOTO: Setelah 12 Tahun, Australia Akhirnya Menang
Sabtu, 26 Nov 2022 20:17 WIB
Beautynesia
Anakmu Dibully di Sekolah? Ini yang Perlu Kamu Tanamkan padanya untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri
Sabtu, 26 Nov 2022 20:00 WIB
Female Daily
Bergaya Edgy dan Fierce, Inilah Tara Basro dengan Makeup ‘Tanpa Alis’ di Festival Film Indonesia!
Sabtu, 26 Nov 2022 11:00 WIB
HaiBunda
4 Putri Kerajaan Dunia yang Rela Lepas Gelar Bangsawan Demi Kekasihnya
Sabtu, 26 Nov 2022 19:00 WIB
InsertLive
Unggah Foto Mandi Bareng Anak, Shandy Aulia Dikritik
Sabtu, 26 Nov 2022 20:00 WIB
part of 
Redaksi
Pedoman Media Siber
Karir
Kotak Pos
Info Iklan
Privacy Policy
Disclaimer
 
 
 
 
Download aplikasi detikcom
Copyright @ 2022 detikcom, All right reserved

TRANSFORMASI

Pengertian Transformasi Geometri
Sebelum mengetahui pengertian dari transformasi geometri. Kita jabarkan lebih dulu apa itu arti transformasi dan apa itu geometri. Transformasi berarti perubahan sebuah struktur menjadi bertambah, berkurang atau tertata kembali unsurnya. Sedangkan geometri berarti cabang matematika yang menjelaskan soal sifat garis, sudut, bidang, dan ruang.

Berdasarkan dua definisi tersebut transformasi geometri dapat disimpulkan sebagai perubahan bentuk dari sebuah garis, sudut, ruang, dan bidang.

Dalam kehidupan sehari-hari, transformasi geometri ini biasanya dimanfaatkan untuk pembuatan karya-karya seni dan desain arsitektur.

Jenis-jenis Transformasi Geometri
Transformasi geometri itu sendiri terdiri dari empat jenis, yaitu translasi, rotasi, refleks, dan dilatasi.

Berikut adalah pemaparan lengkap masing-masing jenis transformasi geometri:

1. Translasi (Pergeseran)
Translasi atau pergeseran merupakan jenis dari transformasi geometri di mana terjadi perpindahan atau pergeseran dari suatu titik ke arah tertentu di dalam sebuah garis lurus bidang datar. Akibatnya, setiap bidang yang ada di garis lurus tersebut juga akan digeser dengan arah dan jarak tertentu.

Translasi pada dasarnya hanya mengubah posisi, bukan bentuk dan ukuran dari bidangnya.

Contoh sederhana dari translasi adalah peristiwa yang terjadi di perosotan. Dimana orang yang sama dengan sebuah bidang berpindah posisi dari titik awal (awal perosotan) dan titik akhir (ujung perosotan). Contoh lainnya adalah kendaraan yang berjalan di jalan lurus, dari kejadian itu bisa dilihat bahwa kendaraan yang merupakan objek tidak mengalami perubahan ukuran tetapi hanya berpindah tempat.

Rumus dari translasi itu sendiri adalah:

(x’,y’) = (a,b) + (x,y)

Keterangan:

x’, y’ = titik bayangan

x,y = titik asal

a,b = vektor translasi

Contoh soal transformasi geometri jenis translasi

Tentukan titik bayangan jika titik A adalah (2, 4) dan ditranslasikan menjadi (6, 3)

Jawab:

(x’, y’) = (x +a, y+b)

(x’, y’) = (2+6, 4+3)

(x’, y’) = (8, 7)

Maka titik bayangannya ada di (8, 7)


2. Rotasi (Perputaran)
Rotasi atau juga dikenal dengan perputaran dalam transformasi geometri sesuai dengan namanya berarti sebuah perputaran yang ditentukan oleh titik pusat rotasi, arah rotasi, dan juga besar dari sudut rotasi. Prinsipnya adalah memutar terhadap sudut dan titik pusat yang memiliki jarak yang sama dengan titik yang diputar.

Karena hanya berputar, maka transformasi ini tidak mengubah bentuk atau ukuran dari sebuah bidang.

Contoh sederhananya adalah cara kerja dari bianglala di mana lingkaran memutari titik tengah. Contoh lainnya adalah dalam gangsing. Cara kerja gangsing nyaris sama dengan bianglala karena berputar mengitari titik tengah.

Ada beberapa Rumus dari rotasi, yaitu:

Rotasi 90 derajat dengan pusat (a, b): (x,y) maka (-y + a + b, x – a + b)
Rotasi 180 derajat dengan pusat (a,b) : (x,y) maka (-x -2a, -y +2b)
Rotasi sebesar -90 derajat dengan pusat (a, b) : (x, y) maka (y – b + a, -x + a + b)
Rotasi sebesar 90 derajat dengan pusat (0, 0) : (x, y) maka (-y,x)
Rotasi 180 derajat dengan pusat (0,0) : (x, y) maka (-x, -y)
Rotasi sebesar -90 derajat dengan pusat (0,0) : (x, y) maka (y, -x)
Contoh soal transformasi geometri jenis rotasi

Sebuah titik A (3,2) dirotasikan terhadap titik O (0,0) sejauh 90 derajat searah dengan jarum jam. Tentukanlah bayangan dari titik A.

Jawab:x’, y’) = (cos90o sin 90o, –sin 90o cos 90o) (3,2)

(x’, y’) = (0 1 , -1 0) (3,2)

(x’, y’) = (-2,3)

 

3. Refleksi (Pencerminan)
Refleksi atau pencerminan dalam transformasi geometri berarti perubahan dengan memindahkan titik dengan sifat dari suatu cermin datar. Ada dua sifat yang dimiliki dalam transformasi refleksi. Pertama adalah jarak titik ke cermin sama dengan jarak bayangan titik ke cermin. Kedua adalah geometri yang dicerminkan saling berhadapan satu sama lain.

Contoh sederhana dari refleksi ini tentunya adalah ketika kita sedang bercermin.

Rumus umum dari refleksi antara lain:

Refleksi terhadap sumbu -x : (x,y) maka (x, -y)
Refleksi terhadap sumbu -y : (x,y) maka (-x, y)
Refleksi terhadap garis y = x : (x, y) maka (y, x)
Refleksi terhadap garis y = -x : (x, y) maka (-y, -x)
Refleksi terhadap garis x = h : (x, y) maka (2h, -x,y)
Refleksi terhadap garis y = K : (x. y) maka (x, 2k – y)

PERSAMAAN KUADRAT DAN FUNGSI KUADRAT

PERSAMAAN KUADRAT DAN FUNGSI KUADRAT 
   
Pengertian dan Bentuk/Rumus Fungsi Kuadrat
rumus fungsi kuadrat
Ilustrasi rumus-rumus Matematika (Dok. Pixabay)
Sebelum melangkah lebih jauh, mungkin Sobat Zenius masih belum paham apa yang dimaksud dengan fungsi kuadrat.

Fungsi kuadrat adalah fungsi polinomial yang memiliki variabel dengan pangkat tertinggi dua. Bentuk umum dari fungsi kuadrat menyerupai bentuk persamaan kuadrat. 

Apakah Sobat Zenius masih ingat bagaimana bentuk persamaan kuadrat? Bentuknya seperti ini, guys, ax² + bx + c = 0. Nah, kalau bentuk umum fungsi kuadrat bagaimana? Hanya berbeda sedikit saja, nih, Sobat Zenius. Perhatikan di bawah ini.

f(x) = ax² + bx + c

f(x) = fungsi kuadrat

x = variabel

a, b = koefisien

c = konstanta

a ≠ 0

Fungsi Kuadrat dengan Tabel, Persamaan, dan Grafik
rumus fungsi kuadrat
Diagram Cartesius
Pada submateri ini, kita akan membahas tentang bagaimana bentuk-bentuk dari fungsi kuadrat. Langsung saja, guys. Misal kita punya fungsi kuadrat y = x² dan ingin menggambar fungsi tersebut, kita akan membuat tabelnya terlebih dahulu.

Kita ambil contoh nilai-nilainya seperti pada contoh di bawah ini. Kemudian, tandai titik-titik potongnya dan kita dapati grafik fungsi kuadratnya. Catatan yang perlu diketahui Sobat Zenius, garis pada grafik tidak boleh tegak lurus karena akan membedakan nilai-nilai yang memenuhinya.

Rumus Fungsi Kuadrat
Grafik Fungsi Kuadrat
Sebelumnya kita sudah lihat grafik berdasarkan tabel, sekarang kita akan melihat grafik dari persamaan. Persamaan akan memudahkan menggambar titik potong x dan y.

Misalnya, kita punya persamaan y = x² + 2x +1, kita cari titik potong terhadap sumbunya.

Titik potong terhadap sumbu y

x = 0

y = 0² + 2(0) +1

y = 1

Titik potong (0, 1)

Titik potong terhadap sumbu x

x² + 2x +1 = 0

(x + 1)(x + 1) = 0

x = -1

Titik potong (-1, 0)

Setelah mengetahui nialinya, kita coba gambar grafiknya.

Rumus Fungsi Kuadrat
Grafik Fungsi Kuadrat
Hubungan antara Koefisien dengan Grafik Fungsi Kuadrat
Lanjut ke pembahasan selanjutnya yaitu mengenai materi grafik fungsi kuadrat dan hubungannya dengan koefisien.

Kita akan mencari tahu hubungan antara koefisien (a, b, dan c) dengan grafik.

Koefisien A

Langsung kita bahas koefisien a atau koefisien kuadrat. Misalnya kita punya y = x² + 1, y = -x² + 1, dan y = ½ x² + 1, maka grafiknya akan seperti pada berikut.

Grafik Fungsi Kuadrat
Kesimpulannya:

Jika a > 0, grafik terbuka ke atas
Jika a < 0, grafik terbuka ke bawah
Semakin besar nilai a, bentuk grafik semakin sempit
Koefisien B

Pada materi ini, diperlukan pengetahuan Sobat Zenius tentang melengkapkan kuadrat sempurna, ya. 

Koefisien B disebut juga koefisien linear. Langsung saja, misalnya kita punya contoh persamaan y = x² + 2x + 4.

Kemudian, bentuk tersebut jika dilengkapi kuadrat sempurnanya akan menjadi (x + 1)² + 5, selanjutnya 1 kita sebut c dan 5 kita sebut d. Sebelumnya perlu elo ketahui dulu tentang ini.

Jika c positif, maka sumbu simetri x = -c, titik puncak (-c, d)
Jika c negatif, maka sumbu simetri x = c, titik puncak (c, d)
Kira-kira, grafiknya akan seperti berikut.

Grafik Fungsi Kuadrat
Konstanta C

Sekarang, kita bahas konstanta c terhadap grafik fungsi kuadrat. Konstanta c berpengaruh pada titik potong sumbu y.

Jika c semakin besar, semakin berada di atas
Jika c semakin kecil, semakin berada di bawah
Perhatikan grafik di bawah

Grafik Fungsi Kuadrat
Hubungan antara Diskriminan dengan Grafik Fungsi Kuadrat
Singkatnya, diskriminan adalah nilai yang dapat digunakan untuk menentukan banyaknya solusi persamaan kuadrat. Hubungannya apa dengan grafik fungsi kuadrat? Simak terus agar elo paham hubungan diskriminan dengan grafik fungsi kuadrat, ya.

Jika D > 0, akan ada 2 solusi real, atau grafik akan 2 kali menyentuh sumbu x.
Jika D = 0, akan ada 1 solusi real, atau grafik akan sekali menyentuh sumbu x.
Jika D < 0, tidak ada solusi real, atau grafik tidak akan menyentuh sumbu x.
Contohnya, kita punya fungsi y = 3x² + x + 1, berapa nilai diskriminannya?

D = b² – 4ac = 1² – 4(3)(1)= -11, berarti nilai D < 0, maka grafiknya seperti berikut.

Grafik Fungsi Kuadrat
Contoh Soal dan Pembahasan
Soal 1
Jika f(x) = x² – 4x, berapakah nilai dari f(2)?

Jawab:

f(2) = 2² – 4(2) = 4 – 8 = -4

Soal 2
Fungsi kuadrat yang memotong sumbu x di titik (3, 0) dan (-3, 0) melalui titik (0, -9) adalah …

Jawab

y = a(x – x₁)(x – x₂)

y = a(x + 3)(x – 3)

melalui titik (0, -9)

-9 = a(0 + 3)(0 – 3)

-9 = -9a

a = 1

y = 1(x + 3)(x – 3)

y = -9 + x²

Jadi, fungsi kuadrat tersebut adalah y = -9 + x².

Itu dia penjelasan singkat mengenai materi fungsi kuadrat dan grafiknya beserta contoh soal dan rumus-rumus dalam menyelesaikannya.

Jika Sobat Zenius ingin mendapatkan contoh soal yang lebih banyak lagi tentang fungsi kuadrat ataupun materi-materi TPS yang lainnya, elo bisa langsung klik banner di bawah ini!

rumus fungsi kuadrat
Di sana, elo bisa belajar sepuasnya sampai yakin kalau udah siap menghadapi SNBT! Terus belajar dan berlatih agar dapat menguasai konsep dan materi kita kali ini. Biar makin mantap, Zenius juga punya beberapa paket belajar yang bisa lo pilih sesuai kebutuhan lo. Yuk langsung aja klik banner di bawah ini!

SKU-BELI-PAKET-BLJR
Jangan lupa untuk terus ikuti keseruan lainnya dari Zenius di YouTube!


Baca Juga Artikel Lainnya

Rumus Persamaan Kuadrat

Rumus ABC

Rumus Diskriminan

Originally published: September 18, 2021
Updated by: Maulana Adieb

Bagikan Artikel Ini!
FacebookTwitterWhatsAppLinkedInLine
Sains & Matematika
Mata Pelajaran
Terbaru dari Zenius
1 / 8




       
Kuis Zenius
Related Articles

Catatan Perjuangan Murid Zenius yang Lolos SBMPTN 2018 10
UTBK-SBMPTN
Catatan Perjuangan Murid Zenius yang Lolos SBMPTN 2018
July 29, 2018
Perlombaan
Kompilasi Pemenang Lomba Menulis Blog: #CeritaZenius
November 13, 2020
Share Your Comment!
Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment *

Name*

Email*

Website


Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.

Temukan Paket Belajar yang Cocok Buat Lo!
Langganan Sekara

KEKONGRUENAN DAN KESEBANGUNAN

Kekongruenan dan Kesebangunan Kelas 9

Kekongruenan dan Kesebangunan - Kekongruenan dan Kesebangunan adalah salah satu bagian dari ilmu geometri yang agak mirip. Kekongruenan adalah dua buah bangun yang memiliki bentuk dan ukuran yang sama dilambangkan dengan simbol ≅. Sedangkan kesebangunan adalah dua buah bangun yang memiliki bentuk yang sama akan tetapi ukuran berbeda dilambangkan dengan simbol ≈.

Kekongruenan dan Kesebangunan Kelas 9
Daftar Isi

Kekongruenan
Syarat Dua Bangun Datar Kongruen
Syarat Dua Segitiga Kongruen
Kesebangunan
Syarat Kesebangunan Bangun Datar
Kesebangunan Dua Segitiga
Kesebangunan Khusus dalam Segitiga Siku-Siku

Kekongruenan
Dua bangun yang mempunyai bentuk dan ukuran yang sama dinamakan kongruen. Jika kita hubungkan dengan materi sebelumnya yaitu transformasi, maka kita bisa katakan bahwa semua bangun datar yang ditransformasi dengan cara refleksi, translasi dan rotasi memiliki sifat kekongruenan. 

Syarat Dua Bangun Datar Kongruen
Dua bangun segi banyak (poligon) dikatakan kongruen jika memenuhi dua syarat, yaitu: 

(i) sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang, dan 

(ii) sudut-sudut yang bersesuaian sama besar

Kekongruenan

Sudut-sudut yang bersesuaian: 

 ∠A dan ∠J → m∠A = m∠J 

 ∠B dan ∠K → m∠B = m∠K 

 ∠C dan ∠L → m∠C = m∠L 

 ∠D dan ∠M → m∠D = m∠M 

Sisi-sisi yang bersesuaian: 

 AB dan JK → AB = JK 

 BC dan KL → BC = KL 

 CD dan LM → CD = LM 

 DA dan MJ → DA = MJ 

Jika bangun ABCD dan JKLM memenuhi kedua syarat tersebut, maka bangun ABCD dan JKLM kongruen, dinotasikan dengan ABCD ≅ JKLM. Jika bangun ABCD dan JKLM tidak memenuhi kedua syarat tersebut maka bangun ABCD dan JKLM tidak kongruen, dinotasikan dengan ABCD ≅ JKLM. 

Contoh Soal :
1. Segi empat ABCD dan WXYZ pada gambar di bawah kongruen. Manakah sisi-sisi dan sudut-sudut yang bersesuaian?

Segi empat ABCD dan WXYZ
Alternatif Penyelesaian:

sisi bersesuaian
2. Manakah persegi di bawah yang kongruen? Jelaskan!

persegi
Alternatif Penyelesaian: 
Dua bangun dikatakan kongruen jika memenuhi dua syarat, yaitu: 

(i) sudut-sudut yang bersesuaian sama besar Setiap persegi mempunyai empat sudut siku-siku, sehingga sudut-sudut yang bersesuaian pada persegi (a), (b) dan (c) besarnya pasti sama.

(ii) sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang 

Persegi (a) dan persegi (b) 

Panjang setiap sisi persegi (a) adalah 8 cm. Panjang setiap sisi persegi (b) adalah 9 cm. Jadi, sisi-sisi yang bersesuaian persegi (a) dan (b) tidak sama panjang. 

Persegi (b) dan persegi (c) 

Panjang setiap sisi persegi (b) adalah 9 cm. Panjang setiap sisi persegi (c) adalah 8 cm. Jadi, sisi-sisi yang bersesuaian persegi (b) dan (c) tidak sama panjang. 

Persegi (a) dan persegi (c) 

Panjang setiap sisi persegi (a) adalah 8 cm. Panjang setiap sisi persegi (c) adalah 8 cm. 

Jadi, sisi-sisi yang bersesuaian persegi (a) dan (c) sama panjang. Berdasarkan (i) dan (ii) di atas, maka persegi yang kongruen adalah persegi (a) dan (c). 

3. Perhatikan gambar trapesium ABCD dan PQRS yang kongruen di bawah ini.

trapesium ABCD dan PQRS
a. Jika panjang sisi AB = 40 cm, BC = 21 cm, RS = 16 cm, dan PS = 15 cm, tentukan panjang sisi AD, DC, PQ, dan QR. 

b. Jika besar ∠A = 60o , ∠B = 40o . Berapakah besar ∠R dan ∠S? (selanjutnya, besar ∠A ditulis dengan m∠A, seperti yang sudah kamu kenal di kelas 7 dan 8) 

Alternatif Penyelesaian: 

Diketahui: bangun ABCD ≅ PQRS, berarti 

sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang 
sudut-sudut yang bersesuaian sama besar 
a. Untuk menentukan panjang sisi AD, DC, PQ, dan QR, tentukan terlebih dulu sisisisi yang bersesuaian yaitu:

menentukan sisi-sisi yang bersesuaian
(mengapa bukan AB = SR? Jelaskan) 

Dengan demikian, jika AB = 40 cm, BC = 21 cm, RS = 16 cm, dan PS = 15 cm maka: 

AD = PS = 15 cm 

DC = SR = 16 cm 

QR = BC = 21 cm 

PQ = AB = 40 cm

b. Untuk menentukan m∠R dan m∠S, tentukan terlebih dulu sudut-sudut yang bersesuaian yaitu:

menentukan sudut-sudut yang bersesuaian
Dengan demikian, jika m∠A = 60o , m∠B = 40o maka: 

m∠P = m∠A = 60o dan 

m∠Q = m∠B = 40o 

m∠R + m∠Q = 180o 

m∠R = 180o – m∠Q 

m∠R = 180o – 40o 

m∠R = 140o 

m∠S = 180o – m∠P 

m∠S = 180o – 60o 

m∠S = 120o Jadi 

m∠R = 140o dan m∠S = 120o .

Syarat Dua Segitiga Kongruen
Dua bangun yang mempunyai bentuk dan ukuran yang sama dinamakan kongruen. Dua segitiga dikatakan kongruen jika hanya jika memenuhi syarat berikut ini: 
(i) sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang 

(ii) sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.

Syarat Dua Segitiga Kongruen
Sisi-sisi yang bersesuaian:
AB dan DE → AB = DE

BC dan EF → BC = EF

CA dan FD → CA = FD

Sudut-sudut yang bersesuaian:

∠A dan ∠D → m∠A = m∠D

∠B dan ∠E → m∠B = m∠E

∠C dan ∠F → m∠C = m∠F

atau dengan kata lain 

sisi segitiga
Jika ∆ABC dan ∆DEF memenuhi syarat tersebut, maka ∆ABC dan ∆DEF kongruen, dinotasikan dengan ∆ABC ≅ ∆DEF. 

Jika ∆ABC dan ∆DEF tidak memenuhi syarat tersebut maka maka ∆ABC dan ∆DEF tidak kongruen, dinotasikan dengan ∆ABC ≇ ∆DEF.

Untuk menguji apakah dua segitiga kongruen atau tidak , tidak perlu menguji semua pasangan sisi dan sudut yang bersesuaian. Dua segitiga dikatakan kongruen jika memenuhi salah satu kondisi berikut ini: 

Ketiga pasangan sisi yang bersesuaian sama panjang. Biasa disebut dengan kriteria sisi – sisi – sisi.
Dua pasang sisi yang bersesuaian sama panjang dan sudut yang diapitnya sama besar. Biasa disebut dengan kriteria sisi – sudut – sisi.
Dua pasang sudut yang bersesuaian sama besar dan sisi yang menghubungkan kedua sudut tersebut sama panjang. Biasa disebut dengan kriteria sudut – sisi – sudut.
Dua pasang sudut yang bersesuaian sama besar dan sepasang sisi yang bersesuaian sama panjang. Biasa disebut dengan kriteria sudut – sudut – sisi.
Khusus untuk segitiga siku-siku, sisi miring dan satu sisi siku yang bersesuaian sama panjang.
Contoh Soal
1. Perhatikan gambar di bawah.

Segitiga
Buktikan bahwa ∆ABC ≅ ∆EDC.
Berdasarkan gambar di atas diperoleh bahwa: 

AC = EC (diketahui ada tanda sama panjang) 

m∠ACB = m∠ECD (karena saling bertolak belakang) 

BC = DC (diketahui ada tanda sama panjang) 

Jadi, ∆ABC ≅ ∆EDC (berdasarkan kriteria sisi – sudut – sisi).

2. Perhatikan gambar di bawah.

layang-layang
Buktikan bahwa ∆PQS ≅ ∆RQS.
Alternatif Penyelesaian: Berdasarkan gambar di atas diperoleh bahwa: 

PQ = RQ (diketahui ada tanda sama panjang) 

PS = RS (diketahui ada tanda sama panjang) 

QS pada ∆PQS sama dengan QS pada ∆RQS (QS berimpit) 

Jadi, ∆PQS ≅ ∆RQS (berdasarkan kriteria sisi – sisi – sisi).

Kesebangunan
Bangun datar dikatakan sebangun jika memiliki bentuk yang sama walaupun ukurannya berbeda. Kesebangunan sebenarnya bisa kita katakan hasi dari transformasi dilatasi.

Syarat Kesebangunan Bangun Datar
Dua bangun datar yang mempunyai bentuk yang sama disebut sebangun. Tidak perlu ukurannya sama, tetapi sisi-sisi yang bersesuaian sebanding (proportional) dan sudut-sudut yang bersesuaian sama besar. Perubahan bangun satu menjadi bangun lain yang sebangun melibatkan perbesaran atau pengecilan. 

Kesebangunan
Dengan kata lain dua bangun dikatakan sebangun jika memenuhi syarat:

(i) perbandingan panjang sisi yang bersesuaian senilai

(ii) sudut yang bersesuaian besarnya sama

m∠A = m∠E

m∠B = m∠F

m∠C = m∠G

m∠D = m∠H

Jika bangun ABCD dan EFGH memenuhi kedua syarat tersebut, maka bangun ABCD dan EFGH sebangun, dinotasikan dengan ABCD ∼ EFGH. 

Jika bangun ABCD dan EFGH tidak memenuhi kedua syarat tersebut maka bangun ABCD dan EFGH tidak sebangun, dinotasikan dengan ABCD ≁ EFGH. 

Contoh Soal
Perhatikan gambar di bawah ini. 

Bangun ABCD dan EFGH
Bangun ABCD dan EFGH sebangun. 
Tentukan nilai x, y dan z!

Alternatif Penyelesaian: 

Bangun ABCD dan EFGH sebangun berarti sudut-sudut yang bersesuaian sama besar dan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian senilai, yaitu: 

m∠E = m∠A, m∠F = m∠B, m∠G = m∠C, m∠H = m∠D, 

Perbandingan sisi bangun datar
Bangun ABCD dan EFGH sebangun dengan sudut-sudut yang bersesuaian m∠E = m∠A, m∠F = m∠B, m∠G = m∠C, dan m∠H = m∠D, 

Sehingga,

m∠G = m∠C ⇔ xo = 22,6o 

m∠D = 180o – m∠C ⇔ yo = 180o – xo = 180o – 22,6o = 157,4o (Mengapa?) 

m∠H = m∠D ⇔ zo = yo = 157,4o 

Jadi, nilai adalah xo = 22,6o , yo = 157,4o , dan zo = 157,4o

Kesebangunan Dua Segitiga
Dua segitiga dikatakan sebangun jika hanya jika memenuhi syarat berikut ini. 

(i) Perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian senilai. 

(ii) Besar sudut-sudut yang bersesuaian sama

Dua segitiga sebangun
Perbandingan sisi-sisi
Jika ∆ABC dan ∆A'B'C' memenuhi syarat tersebut, maka ∆ABC dan ∆A'B'C' sebangun, dinotasikan dengan ∆ABC ∼ ∆A'B'C'. 

Jika ∆ABC dan ∆A'B'C' tidak memenuhi syarat, tersebut maka ∆ABC dan ∆A'B'C' tidak sebangun, dinotasikan dengan ∆ABC ≁ ∆A'B'C'.

Syarat Dua Segitiga Sebangun 

Untuk lebih sederhana, berdasarkan Kegiatan 2, dua segitiga dikatakan sebangun (misal: ∆ABC ∼ ∆A'B'C'), jika memenuhi salah satu kondisi berikut ini. 

1. Perbandingannya ketiga pasangan sisi yang bersesuaian sama, yaitu: 

Perbandingannya ketiga pasangan sisi
Kesebangunan Segitiga

2. Dua pasang sudut yang bersesuaian sama besar. 
Contoh: m∠A = m∠A' dan m∠B = m∠B'

Dua pasang sudut yang bersesuaian sama besar
3. Perbandingan dua pasang sisi yang bersesuaian sama dan sudut yang diapitnya sama besar.

Perbandingan dua pasang sisi

Kesebangunan Khusus dalam Segitiga Siku-Siku 
Perhatikan gambar. Dengan memperhatikan bahwa ΔABC ∼ ΔDBA, ΔABC ∼ ΔDAC dan ΔDBA ∼ ΔDAC, diperoleh:

Kesebangunan Khusus dalam Segitiga Siku-Siku
Contoh Soal
1. Perhatikan gambar di bawah ini
dua segitiga
Buktikan bahwa ∆ABC ∼ ∆ADE.

Alternatif Penyelesaian: 

Pada ∆ABC dan ∆ADE dapat diketahui bahwa: 

m∠ABC = m∠ADE (karena BC//DE, dan ∠ABC sehadap 

∠ADE) m∠BAC = m∠DAC

m∠BAC = m∠DAC (karena ∠BAC dan ∠DAC berhimpit) 

Karena dua pasang sudut yang bersesuaian sama besar, jadi ∆ABC ∼ ∆ADE. (terbukti)

2. Diketahui seorang siswa dengan tinggi badan 150 cm menghadap tiang bendera pada pagi hari yang cerah. Panjang bayangan siswa adalah 2,5 m dan panjang bayangan tiang bendera adalah 6 m. Tentukan tinggi tiang bendera tersebut.

Alternatif Penyelesaian: 

Diketahui: 

Tinggi badan siswa = 150 cm

 Panjang bayangan siswa = 2,5 m = 250 cm 

Panjang bayangan tiang bendera = 6 m = 600 cm 

Misal tinggi tiang bendera = t 

Permasalahan di atas dapat dibuat model atau sketsa sebagai berikut:

Penerapan kesebangunan segitiga
Jadi, tinggi tiang bendera tersebut adalah 360 cm atau 3,6 m

BAGIKAN ARTIKEL INI
ARTIKEL TERKAIT
Soal Pilihan Ganda Pola Bilangan Kelas 8
Soal Pilihan Ganda Pola Bilangan Kelas 8
Persamaan Garis Lurus Kelas 8
Persamaan Garis Lurus Kelas 8
Relasi dan Fungsi
Relasi dan Fungsi
Kekongruenan Bangun Datar
Kekongruenan Bangun Datar
Posting Lebih BaruPosting Lama
ARTIKEL POPULER
Soal Transformasi SMP Kelas 9 dan Pembahasannya
Perputaran (Rotasi) Matematika Khusus Kelas 9
Pencerminan (Refleksi) khusus Kelas 9 Beserta Contohnya
Dilatasi Transformasi Matematika Khusus Kelas 9
Kekongruenan dan Kesebangunan Kelas 9
Pergeseran (Translasi) Matematika Khusus Kelas 9
Struktur Akar Monokotil dan Dikotil
Soal Essay Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Batu Mani Gajah Asli dan Khasiatnya
Pertidaksamaan Eksponen, Contoh Soal Eksponen

Tentang Kontak Privacy Disclaimer Daftar
Copyright 2022 Niatku.com

SISTEM KOORDINAT

Sistem koordinat
sistem untuk mendeterminasi posisi sebuah titik oleh sebuah garis
Bahasa
Unduh PDF
Pantau
Sunting
Dalam geometri, sistem koordinat adalah suatu sistem yang menggunakan satu atau lebih bilangan, atau koordinat, untuk secara unik menentukan posisi suatu titik atau unsur geometris lain pada manifold seperti ruang Euklides.[1][2] Urutan koordinat adalah signifikan, dan mereka kadang-kadang diidentifikasi oleh posisi mereka dalam tuple dan kadang-kadang dengan huruf, seperti dalam "x-coordinate". Koordinat terdiri atas bilangan real dalam matematika dasar, tetapi dapat terdiri dari bilangan kompleks atau elemen-elemen dari sistem yang lebih abstrak seperti sebuah cincin komutatif. Penggunaan sistem koordinat memungkinkan masalah dalam geometri untuk diterjemahkan ke dalam masalah-masalah tentang angka dan sebaliknya; ini adalah dasar dari geometri analitis.[3]


Sistem koordinat sferis biasa digunakan dalam fisika. Ini memberikan tiga angka (dikenal sebagai koordinat) untuk setiap titik dalam ruang Euklides: jarak radial r, sudut kutub θ (theta), dan sudut azimut φ (phi). Simbol ρ (rho) sering digunakan sebagai pengganti r.