Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 November 2022

MENELAAH STRUKTUR DAN ASPEK KEBAHASAAN CERITA PENDEK

Tari Kreasi: Pengertian, Karakteristik, Fungsi, Jenis dan Unsurnya

 

Tari kreasi adalah – Seiring berjalannya waktu, seni juga akan terus berkembang, salah satunya adalah adanya tari kreasi menjadi salah satu bentuk dari perkembangan seni tari. Tari kreasi adalah jenis tari yang pada dasarnya koreografi yang digunakan bertolak dari tari tradisional atau pengembangan terhadap pola yang sudah ada sebelumnya. Secara mudahnya tari kreasi adalah tarian pengembangan dari tari rakyat atau tari tradisional.

Pada seni tari ini, para seniman mampu mengembangkan atau membuat variasi yang unik dan terkesan baru dari waktu ke waktu. Adanya tari kreasi juga menjadi salah satu metode melestarikan tari tradisional yang sudah ada.

Banyak hal menarik yang bisa kita dapatkan ketika mempelajari tentang informasi seputar seni tari ini. Dalam artikel ini sudah tersedia penjelasan tentang tari kreasi. Yuk, kita simak ulasannya.

Pengertian Tari Kreasi

Sebelumnya telah dibahas secara singkat terkait dengan pengertian tari kreasi. Namun, pada poin ini akan kita bahas lebih dalam lagi tentang pengertian tari kreasi tersebut.

Tari kreasi adalah salah satu bentuk dari seni tari yang berkembang di masyarakat. Dalam tari kreasi akan lebih fokus terhadap hal yang berbeda dari aturan seni tari pada umumnya. Adanya inovasi serta pengembangan di dalam seni tari juga memiliki tujuan agar bisa terlihat lebih modern dan lebih mudah diterima di masyarakat.

Tari kreasi juga memiliki pola-pola yang dikembangkan serta dikreasikan dari tarian yang sudah ada sebelumnya. Baik itu tari tradisional maupun jenis tari lainnya. Tari kreasi juga kerap disebut sebagai bentuk gerakan yang baru dirangkai dari dua perpaduan gerak tari yaitu tari tradisional dan tari klasik.

Meski seni tari kreasi terbuat dari dua perpaduan gerak tari tradisional dan tari klasik. Namun, tari kreasi memiliki perbedaan yang mendasar dari tari tradisional. Tari kreasi tidak memiliki keterikatan terhadap pakem, aturan dan keharuan tertentu seperti yang ada di dalam tari tradisional.

Meski begitu tari kreasi juga bisa berasal dari daerah yang tentunya juga akan dikemas dalam bentuk yang lebih baru lagi. Rancangan gerakan yang ada di dalam tari kreasi akan disesuaikan dengan kreasi penata tari tersebut.

Hal tersebut juga akan tetap menyesuaikan dan memelihara nilai artistik serta karakteristik lincahnya. Dalam sebuah pertunjukan tari kreasi biasanya akan ditampilkan pada penampilan utama yang termasuk ke dalam tari pembuka non formal.

Karakteristik Tari Kreasi

Tari Kreasi adalah

Pixabay.com

Setiap jenis seni tari selalu memiliki ciri atau karakteristik tersendiri. Hal ini juga berlaku untuk seni tari kreasi yang memiliki beberapa karakteristik didalamnya. Adanya karakteristik dalam seni tari kreasi juga bisa menjadi pembeda jenis tari kreasi dengan jenis tari lainnya.

Lantas apa saja karakteristik yang dimiliki oleh seni tari kreasi? Baca penjelasan selengkapnya pada ulasan di bawah ini.

  1. Seni tari kreasi lebih banyak mengutamakan gerak hasil dari eksplorasi.
  2. Makna atau pesan yang ada di dalam tari kreasi adalah sebagai bentuk ungkapan ekspresi pribadi.
  3. Seni tari kreasi bisa menunjukkan kebebasan kreativitas secara koreografi.
  4. Seni tari kreasi juga tidak menunjukkan identitas kultural.
  5. Gerakan pada seni tari kreasi lebih luwes dan fleksibel berdasarkan rekaan penarinya.
  6. Dibandingkan dengan seni tari tradisional, waktu pertunjukan pada tari kreasi terbilang lebih singkat.
  7. Penari lebih leluasa dalam membuat rekaan atau gerakan sesuai dengan gaya yang mereka inginkan.

Itulah beberapa karakteristik yang ada di dalam seni tari kreasi. Dengan mengetahui karakteristik tersebut, kita menjadi tahu, jenis tari pada saat menonton pertunjukkan seni tari.

Fungsi Tari Kreasi

Adanya tari kreasi tentunya juga memiliki banyak fungsi di dalamnya. Salah satu fungsi dari tari kreasi adalah sebagai media atau sarana pertunjukan dan hiburan. Maka dari itu, tari kreasi selain harus disusun dengan baik juga gerakannya harus dipersiapkan dengan baik. Salah salah satu caranya adalah dengan melalui latihan panjang dan juga serius.

Selain itu, adanya tari kreasi juga bisa digunakan sebagai media mengekspresikan diri. Seperti halnya para penulis yang akan menggunakan tulisannya sebagai bentuk pengekspresian perasaan. Sedangkan untuk penari bisa menggunakan gerakan yang ada di dalam tari kreasi sebagai media untuk menuangkan perasaan dan ekspresi dirinya.

Jenis Tari

Pixabay.com

Sebelum membahas tentang jenis tari kreasi. Akan lebih baik jika kita juga tahu jenis-jenis yang ada di dalam seni tari itu sendiri. Secara umum jenis seni tari dibedakan menjadi tiga yaitu jenis tari rakyat, jenis tari klasik dan jenis tari kreasi baru.

Agar Anda lebih paham tentang jenis seni tari secara umum berikut adalah penjelasan selengkapnya.

1. Tari Rakyat

Tari rakyat adalah salah satu jenis seni tari, yang mana jika diartikan tari rakyat adalah sebuah tarian yang berkembang di lingkungan masyarakat lokal. Dimana seni tari rakyat ini akan terus hidup serta berkembang secara turun-temurun di setiap generasi.

Sebagai contohnya Tari Pendet dari Bali, Tari Serimpi dari Jawa Tengah, Tari Gong dari Kalimantan Timur, Tari Lumense dari Sulawesi Tengah dan lain sebagainya.

2. Tari Klasik

Selanjutnya ada tari klasik yaitu sebuah tari yang berkembang di dalam keraton. Tari klasik juga memiliki pakem atau aturan tertentu serta nilai estetika yang begitu tinggi. Sebagai contohnya adalah Tari Bedhaya dari Surakarta, Tari Lengger dari Wonosobo, Tari Piring dari Sumatera Barat dan Tari Saman dari Aceh.

3. Tari Kreasi Baru

Terakhir ada tari kreasi baru yang memiliki arti sebagai sebuah tari yang dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman. Meski begitu, dalam tari kreasi tidak akan menghilangkan nilai tradisi seperti pada mestinya. Sebagai contoh tari kreasi baru adalah Tari Nguri dari Sumbawa, Tari Kuntulan dari Jawa Tengah, Tari Merak dari Jawa Barat dan Tari Manuk Rawa dari Bali.

Tari daerah atau tari tradisional merupakan seni tari yang perlu dilestarikan agar tidak hilang begitu saja. Oleh karena itu, kita perlu memperkenalkan seni tari tradisional kepada anak-anak agar kelak nanti ada yang meneruskan seni tari tradisional. Buku Pengetahuan & Teknik Menata Tari Untuk Anak Usia Dini berisi pengetahuan dan teknik dasar seni tari yang dapat dipahami dengan mudah khususnya bagi anak-anak.

Jenis Tari Kreasi

Setelah mengetahui jenis seni tari pada umumnya. Kali ini kita akan belajar bersama tentang jenis seni tari kreasi. Tari kreasi yang berasal dari daerah tertentu akan selalu memiliki keragaman dan keunikan yang berbeda dari setiap daerahnya.

Perkembangan seni tari akan terus berjalan secara alami sesuai dengan tuntutan zaman yang ada. Oleh karena itu, sampai saat ini selalu muncul keragaman seni tari, baik itu dari Nusantara maupun dari luar Nusantara atau mancanegara.

Sampai saat ini ada beberapa jenis tari yang masih berpegang teguh terhadap nilai tradisi dan ada juga jenis tari yang sepenuhnya mengusung modernitas. Oleh karena itu, jenis seni tari kreasi akan dikelompokkan menjadi media jenis seni tari, yaitu pola tradisi dan jenis kreasi baru yang tidak memiliki pola tradisi (non tradisi). Penjelasan dari dua jenis seni tari tradisi tersebut ada di bawah ini.

1. Tari Kreasi Berpola Tradisi

Jenis tari kreasi berpola tradisi adalah suatu tari kreasi yang didalamnya dilandasi oleh kaidah tertentu pada tari tradisi, baik itu dari segi koreografi, musik atau karawitan, tata busana dan rias ataupun tata teknik pementasannya yang tidak menghilangkan esensi tradisinya.

Sebagai contohnya adalah tari Nandak Golek dari daerah Betawi yang juga merupakan pengembangan gerak dari Tari Topeng Betawi dengan iringan musik gamelan topeng serta properti tari yaitu payung.

2. Tari Kreasi Baru Yang Tidak Berpola Tradisi (Non Tradisi)

Tari kreasi baru tidak memiliki pola tradisi dan non tradisi bisa diartikan sebagai suatu tari kreasi yang pada dasarnya melepaskan diri dari pola yang ada di dalam tari tradisi. Baik itu dari segi koreografi, musik, rias, busana maupun tata teknik pementasannya. Sebagai contohnya adalah tari kontemporer.

Dua poin di atas merupakan penjelasan tentang jenis tari kreasi yang sampai saat ini masih ada.

Indonesia sangat dikenal dengan keanekaragaman budayanya, salah satunya adalah budaya seni tari. Memperkenalkan seni tari Indonesia sejak anak masih usia dini sangatlah baik. Melalui Buku Aktivitas Anak: Mengenal 34 Jenis Tari Nusantara, kita sebagai orang dewasa, orang tua, atau guru bisa memperkenalkan tari Indonesia kepada anak-anak. Terlebih lagi, buku ini dibarengi dengan ilustrasi dengan pewarnaan yang menarik, sehingga dapat membuat anak-anak tertarik untuk membacanya.

Prosedur Pembuatan Tari Kreasi

Seperti jenis tari lainnya, tari kreasi juga memiliki beberapa prosedur atau langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pembuatannya. Setiap prosedur dalam pembuatan tari kreasi akan dijelaskan secara lebih lengkap di bawah ini.

1. Tahapan Eksplorasi

Tahapan pertama dalam pembuatan tari kreasi adalah tahapan eksplorasi. Pad tahapan eksplorasi ini akan berkaitan dengan pencarian atau penjajakan gerak untuk bisa menghasilkan suatu teknik gerak.

Pada tahap eksplorasi ini dibutuhkan kreativitas atau imajinasi yang tinggi agar bisa melakukan penafsiran gerak terhadap apa yang telah didengarkan maupun dilihat, kemudian akan dijadikan sebagai suatu bentuk tarian.

2. Tahap Improvisasi

Setelah melewati tahap eksplorasi, berikutnya akan masuk ke dalam tahap improvisasi. Tahap improvisasi adalah suatu tahapan kreatif yang pada dasarnya ada untuk mengembangkan hasil yang didapatkan dari tahap eksplorasi.

Dari setiap gerak yang didapatkan pada tahap eksplorasi atau pencarian gerak akan dilanjutkan pada pengembangan dari aspek tenaga, ruang, serta waktu. Adanya tahap ini bisa menghasilkan gerak yang begitu banyak.

3. Tahap Evaluasi

Selanjutnya ada tahap evaluasi yang merupakan tahapan yang akan dilakukan setelah tahap improvisasi selesai. Pada tahap evaluasi ini juga bisa dibilang sebagai tahapan untuk melakukan penilaian atau seleksi terhadap setiap teknik gerak yang telah didapatkan dari tahapan improvisasi.

Pada tahap evaluasi ini nantinya akan melalui proses seleksi yang dapat dilakukan dengan cara membuat teknik gerak yang tidak sesuai serta memilih gerak sesuai dengan gagasan. Hasil dari tahap evaluasi ini akan bisa digunakan pada tahap komposisi tari.

4. Tahap Komposisi Tari

Setelah melewati tiga tahap awal dalam prosedur pembuatan tari kreasi, berikutnya adalah akan memasuki tahapan akhir yaitu tahap komposisi tari. Pada tahap komposisi tari ini bertujuan untuk mencari gerak yang pada akhirnya akan membentuk suatu tari dari gerak yang telah ditemukan.

Pada tahapan ini juga merupakan suatu tahapan yang bisa digunakan untuk menggabungkan semua teknik gerakan tari menjadi suatu kesatuan yang begitu utuh, sehingga bisa membentuk suatu karya seni tari.

Itulah beberapa tahapan yang harus dilewati dalam proses pembuatan seni tari kreasi. Setiap tahapan yang ada di dalam seni tari kreasi ini akan saling berhubungan yang pada akhirnya bisa membentuk suatu satu kesatuan gerak pada karya seni tari yang sangat indah untuk ditonton.

Bicara soal seni tari memang sangat luas, apalagi jika ingin memperkenalkannya kepada orang lain khususnya kepada anak-anak. Buku Pendidikan Seni Tari berisi 7 bab yang di mana setiap babnya dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus mengetahui nilai estetik pada seni tari. Buku ini juga pas untuk dijadikan sumber bahan ajar bagi para guru atau mahasiswa yang ingin memperkenalkan tari kepada anak-anak.

Unsur Utama Dalam Seni Tari Kreasi

Tari kreasi adalah sebuah tarian yang bisa dilakukan secara tunggal, berpasangan, serta berkelompok. Dalam seni tari kreasi memiliki banyak unsur pendukung yang tentunya bisa memberikan keindahan pada setiap gerakannya.

Unsur dalam tari kreasi juga bisa membantu memperkuat nilai yang ada di dalam seni tari kreasi itu sendiri. Perlu diketahui jika di dalam tari kreasi memiliki dua bentuk unsur, yaitu unsur utama dan unsur pendukung. Pada poin ini kita akan belajar bersama tentang unsur utama yang ada di dalam tari kreasi terlebih dahulu.

1. Unsur Wiraga

Unsur utama dalam seni tari yang pertama adalah raga atau wiraga. Unsur wiraga sendiri memiliki arti jika penari wajib menampilkan gerakan badan, baik itu pada posisi duduk maupun pada posisi berdiri. Istilah wiraga sendiri diambil dari Bahasa Jawa yang memiliki arti raga dan lebih banyak dikenal sebagai gerakan tari.

Ketika para penari sedang melakukan gerakan tari, para penari harus bisa menonjolkan seluruh gerakan pada tubuh dengan begitu ritmis, dinamis serta estetis. Dalam seni tari kreasi juga memiliki gerak murni dan gerak maknawi.

Dalam hal ini, gerakan murni memiliki arti suatu tarian yang tidak memiliki maksud tertentu. Sedangkan untuk gerak maknawi memiliki arti suatu gerakan yang memiliki maksud serta tujuan tertentu. Setiap gerakan yang akan dibawakan oleh para penari akan memiliki makna tertentu dan bisa ditebak oleh para penonton maupun para penikmat tari.

Sebagai contohnya adalah para saat penari melakukan gerakan memutar pergelangan tangan. Itu artinya para penari yang melakukan gerakan tersebut harus mampu menunjukkan sisi keluwesannya. Lalu untuk gerakan berdecak pinggang yang dilakukan oleh para penari laki-laki yang artinya harus bisa lebih terlihat berwibawa atau menunjukkan suatu kekuasaan.

2. Unsur Wirama

Dalam seni tari kreasi juga memiliki unsur irama yang artinya adalah setiap gerakan pada tari harus bersifat ritmis sesuai dengan alunan musik yang mengiringinya. Irama atau musik yang digunakan dalam seni tari juga biasanya bisa berasal dari iringan langsung yang dibawakan oleh pemusik maupun rekaman lagu.

Akan tetapi, pada beberapa tarian, gerakan tari bisa mengikuti irama selain alunan musik seperti iringan irama tepukan tangan, hentakan kaki ataupun hitungan maupun nyanyian yang dibawakan oleh para penari. Musik atau irama juga termasuk ke dalam unsur seni tari yang bisa membuat suasana menjadi lebih hidup, harmonis serta sesuai dengan makna tarian yang sedang dibawakan.

3. Unsur Wirasa

Dalam seni tari kreasi juga memiliki unsur wirasa atau rasa yang artinya adalah suatu tarian harus bisa menyampaikan sebuah pesan perasaan dari setiap gerakan yang dibawa oleh para penari. Pesan perasaan ini bisa tersampaikan dari ekspresi yang dibawakan oleh para penari.

Bagi seorang penari, penjiwaan serta ekspresi wajah adalah suatu hal yang begitu penting. Misalnya adalah ketika seorang penari mendapatkan peran karakter sebagai perempuan maka ia harus bisa menarik dengan gerakan yang begitu lemah gemulai serta memiliki mimik wajah yang ramah. Unsur wirasa juga bisa menyatu dengan irama yang dibawakan saat menari.

Bagi anak-anak membaca buku dengan gambar akan lebih menarik perhatiannya, sehingga pengetahuan yang ada di dalam buku bisa diterima. Buku Akus Suka Menari I Love Dancing terdiri dari 2 bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Buku ini sangat pas untuk dijadikan bahan bacaan anak-anak karena dihadirkan dengan gambar sekaligus bahasa yang mudah dipahami.

Unsur Pendukung Tari Kreasi

Setelah mengetahui unsur utama dalam seni tari kreasi. Berikutnya kita akan belajar bersama tentang unsur pendukung yang ada di dalam seni tari kreasi.

1. Tata Rias dan Kostum

Tata rias dan kostum adalah unsur pendukung yang begitu penting dalam sebuah pertunjukan tari. Riasan dan kostum bisa menjadi suatu identitas karakter yang dibawakan oleh setiap penari. Adanya unsur tata rias dan kostum bisa memberikan dukungan untuk menciptakan suatu suasana tarian serta menyampaikan karakter sekaligus pesan secara tersirat.

2. Pola Lantai

Sebuah pertunjukan tari yang dibawakan para penari bisa lebih terasa indah serta rapi ketika para penari bisa menguasai pola lantai yang ada. Dalam pola lantai sendiri dibedakan menjadi beberapa pola desain seperti desain lantai, desain atas, desain musik dan juga desain dramatis.

3. Properti

Terakhir ada unsur properti yang juga bisa dibilang sebagai alat pendukung agar bisa terciptanya suasana tarian yang begitu menyatu dengan gerakan yang sedang dibawakan. Misalnya adalah selendang, piring, payung lilin, dan sebagainya. Meski tak semua tarian menggunakan unsur properti, tetapi unsur ini juga perlu diperhatikan sebagai bentuk dukungan visualisasi tarian.

Itulah beberapa unsur penting yang ada di dalam tari kreasi. Setiap unsur bisa memberikan dukungan terbaik terhadap pementasan seni tari kreasi.

Demikian ulasan mengenai Seni Tari Kreasi, Grameds juga bisa mempelajari lebih lanjut mengenai beragam jenis seni tari maupun seni-seni lainnya dengan membaca buku-buku referensi terbaik yang tersedia di Gramedia.com. Selamat membaca!

BACA JUGA:

  1. Seni Tari: Pengertian, Unsur-Unsur, Fungsi, dan Jenis
  2. Seni Tari Kontemporer: Pengerttian, Ciri, Tujuan, dan Contohnya
  3. Pola Lantai: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contohnya
  4. 25 Nama Tarian Daerah dan Asalnya
  5. Tari Saman: Pengertian, Sejarah, Makna Gerakan
  6. Budaya Sejarah & Asal Tari Jaipong
  7. Sejarah Asal Tari Pendet dan Makna Tariannya


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

SHARE
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
PUBLISHED BY
Ananda
  

RECENT POSTS

Pengertian Etiket: Perbedaan dengan Etika, Karakteristik, dan Contohnya

Pengertian Etiket - Sebagai makhluk sosial yang bermartabat dan berbudi luhur ada baiknya kita menanamkan…

1 hari ago

19 Tata Krama Saat Makan yang Penting Untuk Diketahui!

Belajar Tata Krama Saat Makan yang Penting Untuk Diketahui!- Saat seseorang hendak menyantap makanan baik…

1 hari ago

Bagaimanakah Tata Krama Saat Berbicara yang Baik? Simak Disini!

Tata Krama Saat Berbicara - Ketika melakukan percakapan dengan seseorang itu bisa menjadi sebuah kesan…

1 hari ago

Fenomena Geosfer: Pengertian, Macam, dan Contohnya di Kehidupan

Fenomena Geosfer - Halo sobat Grameds, Tahukah Anda? Geografi merupakan ilmu dasar yang dipelajari pada…

1 hari ago

Pembagian Benua Amerika: Sejarah, Wilayah, Nama Negara dan Ibukotanya

Pembagian Benua Amerika - Halo sobat Grameds, jika kita berbicara tentang luasnya, Benua Amerika merupakan…

1 hari ago

Meneladani Kebijaksanaan dari Kisah dan Keteladanan Nabi Sulaiman AS

Keteladanan Nabi Sulaiman - Sebagai seorang umat yang beragama islam secara umum pastinya akan tahu…

1 hari ago

Ayo Gabung Gramedia Affiliate
Dapatkan Komisi Hingga 1

MENYUSUN TEKS TANGGAPAN

Sebutkanlah Langkah-Langkah Menyusun Teks Tanggapan yang Tepat!
Berikut ini adalah langkah-langkah menyusun teks tanggapan yang tepat!

Menulis adalah menuangkan gagasan dalam bentuk bahasa tulis. Istilah lama kata “menulis” adalah mengarang atau membuat karangan. Ada juga istilah menulis dalam bahasa Indonesia disebut dengan menyusun. Menulis karangan dapat disinonimkan dengan menyusun karangan.

Nah, untuk menulis teks tanggapan berarti menuangkan gagasan dalam bentuk bahasa tulis dan berisi reaksi terhadap sesuatu. Reaksi terhadap sesuatu bisa berupa reaksi setuju dan reaksi tidak setuju.

Ketika kita setuju terhadap suatu gagasan, berarti kita menerima gagasan itu. Sikap kita bahkan mendukung gagasan itu. Tentu saja gagasan yang kita setujui itu benar.


Sebaliknya, kita tidak setuju terhadap suatu gagasan, berarti kita menolak gagasan itu. gagasan yang ditolak adalah gagasan yang tidak benar.

Memilih tema
Menyusun teks tanggapan dapat di lakukan dengan memilih tema yang sedang banyak di bicarakan oleh khalayak pada saat ini.

Mengembangkan tema
Tema-tema tersebut banyak kita temukan dalam kehidupan sehari hari. Untuk dapat menyusun teks tanggapan setelah menemukan tema dilanjutkan dengan mengembangkan tema tersebut menggunakan kata kata sendiri.

Kalimat yang telah dikembangkan kemudian digabungkan menggunakan konjungsi sesuai dengan struktur teks tanggapan, yaitu konteks, deskripsi, penilaian/evaluasi.


MENYUSUN TEKS CERITA PENDEK

Langkah-langkah Menyusun Teks Cerita Pendek
January 28, 2021byjahid_admin-294 views

Langkah-langkah Menyusun Teks Cerita Pendek
Menyusun Teks Cerita Pendek
Untuk dapat menulis cerita pendek, diperlukan langkah-langkah berikut.

Pilih dan tentukan tema cerita pendek. Tema yang kalian pilih harus menarik serta kalian kuasai, misalnya pengalaman liburan semester kalian.
Pengumpulan bahan seperti data-data yang diperlukan atau informasi terkait tema yang akan diangkat.
Tentukan tokoh-tokoh yang akan terlibat dalam cerita pendek.Tentukan pula watak tiap tokoh.
Menyusun kerangka karangan dengan membuat daftar topik-topik yang akan kalian gunakan dalam cerita pendek.
Mengembangkan kerangka karangan menjadi cerita yang lengkap. Rangkai kerangka karangan menjadi kesatuan alur dan plot.
Setelah kalian mengembangkan kerangka karangan menjadi kesatuan cerita yang lengkap, sunting tulisan kalian. Perhatikan kaidah EYD dalam penulisan cerita pendek kalian.
 

Menelaah dan Merevisi Teks Cerita Pendek
Menyunting merupakan langkah terakhir dari langkah-langkah penulisan cerita pendek. Tujuannya agar cerita pendek terhindar dari kesalahan-kesalahan. Ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam penyuntingan, yaknusi, bahasa, dan ejaan.

1. Isi
Hal-hal yang dapat dicermati:

Menarik tidaknya isi cerita yang telah kita tulis;
Kronologis tidaknya urutan penyajian.
2. Bahasa
Hal-hal yang harus dicermati:

Keefektifan kalimat yang telah ditulis;
Ketepatan pemilihan kata-katanya.
3. Ejaan
Hal-hal yang harus dicermati:

Penggunaan tanda baca, seperti titik dan komanya;
Penulisan huruf-huruf, seperti huruf kecil, kapital, dan huruf miring.
 

Meringkas Teks Cerita Pendek
Ringkasan cerita pendek dan jenis karangan sastra lainnya disebut sinopsis. Ringkasan cerita pendek dapat kita susun berdasarkan tahapan alur ataupun peristiwa penting yang ada dalam cerita pendek. Berikut langkah-iangkah dalam meringkas cerita pendek:

Baca cerita pendek dengan teliti sampai maksud dari cerita pendek benar-benar diketahui.
Catat gagasan utama yang ada dalam cerita pendek.
Mulai tulis sinopsis cerita pendek berdasarkan tema serta gagasan-gagasan utama yang telah dicatat. Pada saat menulis sinopsis, kesampingkan naskah aslinya. Kembangkan pokok-pokok pikiran yang telah kalian catat dengan bahasa sendiri.
Gunakan kalimat tunggal dan efektif untuk merangkai jalan cerita menjadi sinopsis yang singkat. Sinopsis tidak boleh menyimpang dari jalan cerita dalam cerita pendek yang dibuat sinopsisnya.
 

MENGIDENTIFIKASI ISI TEKS PIDATO PERSUASIF

Mengidentifikasi Informasi Tentang Pidato Persuasif


Pernahkah kalian membuat teks pidato dan membacanya di depan kelas? Pidato bukanlah hal yang asing lagi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, masyarakat, maupun perusahaan. Tapi tahukah kalian, pidato dibagi beberapa jenis dan salah satunya adalah pidato persuasif? Apa itu pidato persuasif?

Pidato persuasif adalah salah satu dari seni menyampaikan pendapat secara logis dan jelas. Dimana, kita dituntut untuk menyampaikan pendapat pribadi masing-masing. Pidato ini bertujuan untuk mempengaruhi pendengar agar melakukan atau memberikan perhatian mereka terhadap anjuran yang disarankan dalam tujuan penyampaian pidato tersebut.

Bentuk pidato persuasif banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya pada pemilihan ketua kelas di sekolah. Dimana, isi dari pidatonya akan berfokus kepada program kerja dan visi misi rencana yang akan dilakukan oleh orator (calon) di depan umum.

Dalam memaparkan programnya, orator harus menyertakan kalimat-kalimat argumen yang bisa meyakinkan pendengarnya agar sejalan dengan visi misi orator tersebut. Untuk itu, selain dibutuhkan kemampuan berbicara, dalam melakukan pidato persuasif juga dibutuhkan seni merangkai kata yang tepat.

(Baca juga: Memahami Kaidah Kebahasaan Teks Tanggapan Kritis)

Ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam menulis pidato persuasif, yaitu menentukan tujuan berpidato, mengkaji tema pidato, dan memahami pemirsa atau audience dalam acara tersebut.

Menentukan Tujuan Berpidato
Ketika membuat pidato, perlu memahami tujuan pidato yang akan disampaikan. Hal ini sangat penting sebagai acuan dalam memaparkan pendapat yang sejalan dengan tujuan disampaikan pidato kepada pendengar. Pidato yang memiliki tujuan yang jelas akan berfokus pada penggambaran secara pasti tentang apa saja yang diharapkan agar pendengar bereaksi sesuai pesan-pesan yang dianjurkan.

Mengkaji Tema Pidato
Dalam kerangka pidato, dibutuhkan topik yang kuat sebagai acuan yang mendasari pidato tersebut. Menjadi akar dalam sebuah paragraf berarti harus memenuhi kriteria yang mampu menopang gagasan suatu pidato. Untuk itu orator perlu menguasai topik pidati yang dibuat karena merupakan akar yang menjadi pedoman kerangka sebuah teks.

Memahami Pemirsa/ Audience
Memahami kemampuan pemirsa dalam pengertiannya terhadap ranah pembicaraan yang disampaikan sangatlah penting. Walaupun tujuan dan topik sudah jelas, jika tidak dapat menemui objek yang cocok sebagai pendengar maka target yang diatur tidak akan tercapai dikarenakan ketidakmampuan pendengar dalam mencerna maksud pidato itu sendiri.

Mengidentifikasi Cara-cara Memersuasi

Adapun dalam memersuasi atau membujuk/ mempengaruhi audience dalam berpidato maka perlu menggunakan 3 hal penting yaitu menggunakan pendekatan etika, menggugah perasaan audience dengan menggunakan pendekatan emosi, dan logika membuat menjadi masuk akal.

Ketiga pendekatan ini dilakukan untuk membangkitkan minat para pendengar/ audience dengan materi pidato yang disampaikan. Ketiganya juga merupakan salah satu ciri umum yang kerap ditemukan pada teks pidato persuasif, mengingat pidato jenis ini secara khusus bertujuan membujuk atau meyakinkan para audiencenya untuk menyetujui materi yang disampaikan.

Jika memungkinkan, ungkapan berdasarkan pendekatan etika, emosi, maupun logika ini diharapkan bahkan bisa memancing para audience/ pendengar pidato untuk langsung bertindak.


Next Read: Pengertian Kerja sama Dalam Berbagai Bidang Kehidupan »
Bahasa IndonesiaKelas 9PersuasifpidatoPidato Persuasif
Kelas Pintar: Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik.
     
Related Post
3 Unsur Penting Dalam Musik, Apa Saja?
 
Memberi Informasi Dalam Present, Past, Dan Future Continous Tense
 
Apa Saja Upaya Menghadapi Era Globalisasi?
Tentang Kami
Extramarks Indonesia

Pejuang Kelas Pintar

Bantuan

Hubungi Kami

Syarat & Ketentuan

Kebijakan Privasi

Sitemap

   
All Rights Reserved | View Non-AMP Version

Powered by AMPforWP

    whatsapp line

STRUKTUR LAPORAN TEKS PERCOBAAN

Struktur Teks Laporan Percobaan

Percobaan dilakukan untuk mencoba suatu kegiatan baru yang belum pernah dilakukan orang lain atau membuktikan kebenaran dari suatu teori dan ilmu yang telah ada. Nah, kalau kamu melakukan suatu percobaan, kamu dapat menggunakan struktur di bawah ini dalam penyusunan laporannya.

  1. Judul
  2. Tujuan
  3. Alat dan bahan
  4. Langkah-langkah
  5. Hasil
  6. Simpulan

Langkah-langkah Membuat Teks Laporan Percobaan

Setelah membahas pengertian, ciri-ciri, dan strukturnya, tentu kamu mau tahu dong seperti apa sih langkah-langkah dalam membuat teks laporan percobaan? Yuk, simak di bawah ini!

  1. Membuat judul
  2. Menyusun kalimat pembuka
  3. Menyusun isi laporan
  4. Menyusun kalimat penutup
  5. Merangkai dan meninjau kembali
  6. Menyunting

Contoh Teks Laporan Percobaan

Supaya belajarnya lebih afdol, Quipper Blog akan memberikan beberapa contoh teks laporan percobaan. Langsung saja dibaca, ya!


1. Contoh Teks Laporan Percobaan Membuat Telur Asin

Tujuan

Telur asin adalah telur yang dibuat dari bebek yang sudah melalui proses pengasinan lebih dahulu. Telur asin mengandung banyak vitamin dan gizi, sehingga mengonsumsi telur asin bisa bermanfaat bagi tubuh. Telur asin bisa dibuat dengan cara tradisonal dan sangat mudah karena alat dan bahannya yang sederhana.

Alat dan Bahan

  • Telur bebek
  • Abu gosok
  • Tanah liat
  • Garam
  • Ampelas

Langkah-langkah Membuat

  1. Cuci telur bebek hingga bersih, kemudian ampelas kulit telur sampai tipis.
  2. Campurkan abu gosok, tanah liat, dan garam hingga merata.
  3. Lapisi telur yang sudah diampelas menggunakan bahan campuran tadi.
  4. Diamkan telur pada suhu ruang hingga 20  hari atau 3 minggu.

Hasil

Telur bebek yang dibuat melewati proses pengasinan seperti di atas menghasilkan telur asin yang sempurna dan lezat. Telur asin ini sangat cocok dikonsumsi bersama nasi putih. Telur asin ini membuat varian konsumsi telur bebek jadi lebih banyak dan tidak begitu amis.

Kesimpulan

Pembuatan telur asin di atas menghasilkan kandungan gizi yang cukup lengkap dan cocok dikonsumsi oleh segala usia. Namun, bagi penderita darah tinggi tidak disarankan mengonsumsi telur asin karena kandungan garamnya yang sangat tinggi. Meskipun kandungan gizinya lengkap, tetapi telur asin tidak dianjurkan dikonsumsi dalam jumlah banyak.

 

2. Contoh Teks Laporan Percobaan Membuat Pelangi

Tujuan

Pelangi merupakan fenomena alam yang terjadi di langit, berupa aneka ragam warna cahaya yang saling sejajar. Di langit, pelangi terlihat seperti busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon dan terjadi saat hujan ringan. Dalam percobaan ini, akan diuji tentang proses terbentuknya pelangi, faktor-faktor yang menyebabkan pelangi terbentuk, dan bagaimana prosesnya.

Alat dan bahan

  • Kaca
  • Air
  • Baskom
  • Kertas putih atau dinding
  • Senter atau cahaya ponsel

Proses Membuat Pelangi

  1. Isi baskom dengan air hingga setengah penuh.
  2. Masukkan kaca di dalamnya dengan posisi miring.
  3. Lalu, sorot kaca dengan senter dan arahkan pantulan cahayanya pada kertas putih atau dinding.
  4. Pelangi buatan pun akan segera muncul.

Hasil

Pelangi akan berhasil terbentuk apabila arah cahaya atau sumber cahaya yang menyinarinya berada di posisi yang pas, yakni dari depan dan masuk ke dalam cermin, lalu dipantulkan ke kertas putih. Cahaya yang masuk ke dalam air akan menghasilkan pembiasan yang kemudian membentuk warna-warni atau pelangi.

Kesimpulan

Pada pelangi sungguhan, sinar matahari memantul pada tetesan air, lalu terjadi pembengkokan sedemikian rupa dan terjadilah pemisahan warna pada cahaya. Awalnya warna cahaya ini hanya berwarna putih, tetapi pada prosesnya tercipta banyak warna, yakni menjadi merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

3. Contoh Teks Laporan Percobaan Praktikum Biologi

Tujuan

Dalam dunia pertanian, tanaman hidroponik jadi inovasi yang diklaim mampu menghemat air, tanpa perlu menggunakan media tanah. Menanam tanaman hidroponik sendiri sebenarnya sama seperti menanam sayur pada umumnya.

Alat dan Bahan

  • Tunas tanaman
  • Media hidroponik (bisa dibeli langsung atau dibuat sendiri dengan bahan sederhana)
  • Air

Langkah-langkah

  1. Pindahkan tunas tanaman yang telah melewati proses pembenihan pada media hidroponik.
  2. Masukkan air ke dalam media hidroponik, letakkan pada tempat tinggi atau digantung.

Hasil

Melalui percobaan di atas akan dihasilkan tanaman hidroponik yang hemat air, praktis karena tak perlu disiram tiap hari, juga cocok dan indah sebagai tanaman vertikal yang menghiasi rumah.

Kesimpulan

Tanaman hidroponik memang hemat air dan merupakan inovasi bagus dalam dunia pertanian. 

 

Nah, Quipperian, itulah sekilas mengenai pembahasan teks laporan percobaan. Mudah-mudahan cukup membantu kamu dalam pelajaran bahasa Indonesia, ya. Apabila kamu mau belajar lebih lanjut tentang materi ini atau materi lainnya, langsung saja gabung bersama Quipper Video, ya! Buruan daftarkan diri dan belajar bareng tutor kece lewat video, rangkuman, dan latihan soal.

Penulis: Serenata